Obama Dukung Kesepakatan Nuklir Iran, Netanyahu Ngambek
Senin, 06 April 2015 - 20:08 WIB
Obama Dukung Kesepakatan Nuklir Iran, Netanyahu Ngambek
A
A
A
YARUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ngambek kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Sikap Netanyahu ini muncul karena Obama mendukung penuh kesepakatan nuklir Iran yang baru saja tercapai beberapa hari lalu.
Dirinya mengaku mengerti apa yang sedang dibuat oleh Obama saat ini. Namun, menurut Netanyahu, langkah yang dibuat Obama tersebut adalah sebuah kesalahan yang sangat besar. Sebab, dalam pandangan Netanyahu, Iran adalah sebuah negara yang tidak bisa dipercaya.
“Saya mengerti bahwa Presiden Obama coba membuat sebuah keputusan yang baik untuk AS. Namun, saya rasa kami memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini (program nuklir Iran). Sebab, Iran tidak bisa dipercaya,” ucap Netanyahu.
Seperti dilansir CNN pada Senin (6/4/2015), Netanyahu juga menyebut kesepakatan tersebut tidak akan mengubah apapun. Menurutnya, Iran akan terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir, dan juga pengembangan senjata nuklir.
“Kesepakatan tersebut tidak membuat Iran menghentikan program nuklirnya. Iran tetap membangun infrastuktur nuklir," kata pemimpin Negeri Zionis tersebut.
"Tidak ada yang dihancurkan dan ditutup, termasuk fasilitas bawah tanah yang mereka bangun. Iran akan terus memperkaya uranium mereka. Itu merupakan kesepakatan yang buruk,” tambahnya.
Dirinya mengaku mengerti apa yang sedang dibuat oleh Obama saat ini. Namun, menurut Netanyahu, langkah yang dibuat Obama tersebut adalah sebuah kesalahan yang sangat besar. Sebab, dalam pandangan Netanyahu, Iran adalah sebuah negara yang tidak bisa dipercaya.
“Saya mengerti bahwa Presiden Obama coba membuat sebuah keputusan yang baik untuk AS. Namun, saya rasa kami memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini (program nuklir Iran). Sebab, Iran tidak bisa dipercaya,” ucap Netanyahu.
Seperti dilansir CNN pada Senin (6/4/2015), Netanyahu juga menyebut kesepakatan tersebut tidak akan mengubah apapun. Menurutnya, Iran akan terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir, dan juga pengembangan senjata nuklir.
“Kesepakatan tersebut tidak membuat Iran menghentikan program nuklirnya. Iran tetap membangun infrastuktur nuklir," kata pemimpin Negeri Zionis tersebut.
"Tidak ada yang dihancurkan dan ditutup, termasuk fasilitas bawah tanah yang mereka bangun. Iran akan terus memperkaya uranium mereka. Itu merupakan kesepakatan yang buruk,” tambahnya.
(esn)