Rezim Saddam Hussein Jadi Nyawa Kelompok ISIS

Senin, 06 April 2015 - 11:58 WIB
Rezim Saddam Hussein...
Rezim Saddam Hussein Jadi Nyawa Kelompok ISIS
A A A
MOSUL - Pengaruh mantan diktator Irak Saddam Hussein diyakini diwarisi kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS). Tokoh-tokoh yang memiliki kontak dengan ISIS mengungkap, bahwa petinggi-petinggi ISIS mulai dari jenderal hingga emir adalah para mantan perwira Irak era Saddam Hussein.

Dengan kendali para tokoh militer era rezim Saddam Hussein, ISIS dikhawatirkan memiliki keterampilan militer yang lebih berbahaya. Laporan soal tokoh-tokoh anak buah Saddam Hussein di tubuh kepemimpinan ISIS diulas Washington Post dalam pemberitaannya tertanggal 4 April 2015.

Laporan itu mengutip mantan komandan ISIS, Abu Hamza. Pria yang semula seorang pemberontak Suriah ini terpikat bergabung dengan ISIS karena dijanjikan utopia kehidupan “kekhalifahan”. Janji itu pula yang memikat banyak militan asing dari seluruh dunia.

Suatu ketika Hamza tidak setuju dengan sesama komandan ISIS pada sebuah pertemuan tahun lalu. Gara-gara itu, dia ditahan atas perintah para pria Irak bertopeng yang duduk tenang dan selalu mencatat apa yang dia dengarkan.

Para pria petinggi ISIS yang misterius itu hanya menggunakan nama kode. Menurut Hamza, semua petinggi laki-laki itu adalah mantan perwira Irak yang dulunya anak buah Saddam Hussein. Salah satu petinggi ISIS yang mengenakan topeng itu, pernah bekerja sebagai intelijen Irak.

Mantan intelijen Irak itu, lanjut Hamza, memiliki keahlian dalam layanan keamanan ISIS. Sosok misterius itu juga menciptakan jaringan penyelundupan yang pernah dikembangkan tahun 1990-an. Jaringan itu kini digunakan ISIS, terutama dalam penyelundupan perdagangan minyak.

”Semua pembuat keputusan di Irak (yang dikuasai ISIS), dan sebagian besar dari mereka adalah mantan perwira Irak. Mereka membuat perintah, dan mereka membuat taktik dan rencana pertempuran,” ujar Hamza.

”Tapi orang Irak (di kelompok ISIS) sendiri tidak berperang. Mereka menempatkan para militan asing di lini depan,” ujarnya.

Dugaan hidupnya sel-sel rezim Saddam di tubuh ISIS patut dicurigai. Sejak Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak tahun 2003, sebanyak 400 ribu tentara Saddam sejatinya dipecat pemerintah baru Irak. Tapi mereka menolak pemecatan atau pensiun. Parahnya, mereka tetap dizinkan menyimpan senjata.
(mas)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
34 menit yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
3 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved