Israel Rapat Darurat Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
Jum'at, 03 April 2015 - 17:49 WIB
Israel Rapat Darurat Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
A
A
A
YARUSALEM - Pemerintah Israel dikabarkan melakukan rapat darurat tidak lama setelah Iran dan negara P5+1 mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kata sepakat dalam negosiasi teknologi nuklir yang dimiliki Iran. Israel memang menjadi salah satu pihak yang tidak senang dengan tercapainya kesepakatan tersebut.
Melansir Times of Israel pada Kamis (3/4/2015), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengumpulkan semua Menteri di kabinetnya guna membahas kesepakatan nuklir tersebut. Dalam rapat itu juga hadir Panglima Militer dan Kepala Badan Intelijen Israel.
Netanyahu tetap merasa kesepakatan tersebut tidak akan mengubah kondisi yang ada, bahkan dirinya menyebut kesepakatan itu tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Pemimpin Zionis itu tetap berpegang teguh pada pemikirannya, yakni Iran sedang membuat senjata nuklir untuk menyerang mereka.
“Kesepakatan damai nuklir Iran sangat mengancam keberadaan Negara Isarel. Kesepakatan damai tersebut sama halnya dengan melegitimasi nuklir Iran, sedangkan Iran akan menebar ancaman dan teror ke wilayah Timur Tengah termasuk Israel," ucap Netanyahu.
Sebelumnya, Menteri Urusan Strategis Israel Yuval Steinitz juga menegaskan, pihaknya akan tetap berusaha untuk mendesak dunia internasional agar membatalkan perjanjian tersebut, dan menyerukan dunia untuk terus memberikan sanksi yang berat kepada Iran karena mengembangkan teknologi nuklir.
Melansir Times of Israel pada Kamis (3/4/2015), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mengumpulkan semua Menteri di kabinetnya guna membahas kesepakatan nuklir tersebut. Dalam rapat itu juga hadir Panglima Militer dan Kepala Badan Intelijen Israel.
Netanyahu tetap merasa kesepakatan tersebut tidak akan mengubah kondisi yang ada, bahkan dirinya menyebut kesepakatan itu tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Pemimpin Zionis itu tetap berpegang teguh pada pemikirannya, yakni Iran sedang membuat senjata nuklir untuk menyerang mereka.
“Kesepakatan damai nuklir Iran sangat mengancam keberadaan Negara Isarel. Kesepakatan damai tersebut sama halnya dengan melegitimasi nuklir Iran, sedangkan Iran akan menebar ancaman dan teror ke wilayah Timur Tengah termasuk Israel," ucap Netanyahu.
Sebelumnya, Menteri Urusan Strategis Israel Yuval Steinitz juga menegaskan, pihaknya akan tetap berusaha untuk mendesak dunia internasional agar membatalkan perjanjian tersebut, dan menyerukan dunia untuk terus memberikan sanksi yang berat kepada Iran karena mengembangkan teknologi nuklir.
(esn)