Krisis Ukraina Bisa Menjelma Jadi Konflik Dahsyat Rusia dan Barat

Selasa, 17 Februari 2015 - 13:47 WIB
Krisis Ukraina Bisa...
Krisis Ukraina Bisa Menjelma Jadi Konflik Dahsyat Rusia dan Barat
A A A
LONDON - Krisis berdarah di Ukraina timur bisa berubah menjadi konflik dahsyat yang menyeret Rusia dan negara-negara Barat. Terlebih, jika negara-negara Barat nekat mempersenjatai Ukraina untuk menghadapi separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Demikian peringatan Sir John Sawers, mantan Kepala MI6 Inggris. “Krisis tidak lagi hanya tentang Ukraina,” katanya. ”Ini akan jauh lebih besar dan lebih berbahaya,” katanya lagi, ketika pidato di King College London.

Sawers yang pensiun dari M16 pada November 2014 lalu, kini menjadi Duta Inggris untuk PBB. Dia memperingatkan potensi bahaya besar jika negara-negara Barat mempersenjatai pemerintah Ukraina. Sebab, yang akan dihadapi adalah Rusia di era pemerintah Presiden Vladimir Putin yang memang sangat kuat.

Menurutnya, negara-negara Barat bisa saja "menghadapi Moskow" dengan memberikan senjata ke Ukraina sehingga dapat mempertahankan diri dan menjatuhkan sanksi yang lebih ketat. Tapi, kata dia, Presiden Putin tentu saja tidak akan tinggal diam jika hal itu sampai terjadi.

”Selama Putin melihat ada masalah dalam hal keamanan Rusia, ia akan siap untuk melangkah lebih jauh dari kita. Jadi dia akan merespon dengan eskalasi lebih lanjut di lapangan. Mungkin serangan cyber terhadap kami,” kata Sawers.

“Kami memiliki ribuan kematian di Ukraina. Kita mungkin mulai mendapatkan puluhan ribu (kematian), lalu apa lagi?," imbuh dia, seperti dilansir BBC, semalam.

Sementara itu, meski sudah sepakat gencatan senjata, perang di Ukraina timur, tepatnya di wilayah Donetsk masih bekecamuk. Kubu separatis pro-Rusia yang menamakan diri Repulik Rakyat Donetsk (DPR) mengklaim menewaskan belasan serdadu Ukraina dalam pertempuran Senin kemarin.

”Pada siang hari, pasukan Ukraina ‘dikupas’ oleh tentara DPR di Logvinovo dan daerah terdekat dari Lugansky dan Debaltseve,” kata Eduard Basurin, juru bicara Kementerian Pertahanan DPR, seperti dilansir Itar-Tass, Selasa (17/2/2015).
(mas)
Berita Terkait
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Putin: Ekonomi Rusia...
Putin: Ekonomi Rusia Ungguli Banyak Anggota G20 Meski Ada Sanksi
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
Apa yang Diinginkan...
Apa yang Diinginkan Putin dalam Mengakhiri Krisis Ukraina?
Putin: Krisis Ukraina...
Putin: Krisis Ukraina Disebabkan oleh Upaya Barat Pertahankan Hegemoni
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
29 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
53 menit yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
1 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved