Pengacara Duo Bali Nine Tuduh Hakim Indonesia Minta Suap

Senin, 16 Februari 2015 - 09:49 WIB
Pengacara Duo Bali Nine...
Pengacara Duo Bali Nine Tuduh Hakim Indonesia Minta Suap
A A A
CANBERRA - Tim pengacara dua terpidana mati sindikat narkoba “Bali Nine” asal Australia menuduh hakim Indonesia yang mengadili kasus itu meminta suap. Ada enam hakim yang dituduh tim pengacara duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran itu.

Namun tim pengacara itu mengaku tidak punya uang untuk tawar-menawar. Tuduhan itu sudah diadukan ke Komisi Yudisial Indonesia melalui surat. Mereka beharap tuduhan itu bisa diselidiki.

Pengacara duo Bali Nine, Muhammad Rifan, mengungkapkan tuduhan itu ketika melakukan kunjungan mendadak terhadap dua kliennya di penjara pada akhir pekan lalu.

”Muhammad Rifan mengatakan bahwa hakim ditekan dari pihak-pihak tertentu untuk memberikan hukuman mati, dan hakim juga telah menyampaikan kepada Muhammad Rifan bahwa mereka bersedia untuk memberikan hukuman lebih ringan dari hukuman mati untuk kliennya jika mereka diberi uang,” bunyi surat dari tim pengacara duo Bali Nine, yang dilansir media Australia, news.com.au, Senin (15/2/2015).

Surat aduan itu telah dikirim ke Komisi Yudisial pada Jumat sore, pekan lalu. Para hakim di Pengadilan Negeri Denpasar, menurut surat itu telah melanggar kode etik peradilan.

Menurut laporan News Corp Australia,salah satu hakim, Roro Suroywati, mengaku bahwa dia tidak pernah ingin memberikan hukuma mati kepada Sukumaran. Namun, dua hakim lain lebih berkuasa dalam kasus itu.

Para pengacara duo Bali Nine, pada Senin (16/2/2015) pagi ini, berencana menemui Jaksa Agung, HM Prasetyo. Tujuannya, memintapenundaan eksekusi, karena mereka telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara di Jakarta.

Rifan yang berbicara dari Arab Saudi, di mana ia sedang umrah, mengatakan kepada media Australia baha timnya telah berusaha agar kedua kliennya dihukum 20 tahun penjara atau lebih ringan dari hukuman mati.

”Jadi kami meminta hukuman yang lebih ringan, setidaknya 20 tahun penjara. Ini adalah kebiasaan kita, jika kita ingin meminta sesuatu, kami akan memberikan,” ujar Rifan.

”Masalahnya, saat itu, tidak ada dana yang bisa kita berikan kepada mereka. Itulah masalahnya. Tidak ada uang yang bisa kita berikan kepada mereka,” lanjut dia mengacu pada tudingan suap.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
29 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved