Etnis Yazidi Dendam pada ISIS, Warga Arab Jadi Korbannya
Jum'at, 13 Februari 2015 - 11:30 WIB
Etnis Yazidi Dendam pada ISIS, Warga Arab Jadi Korbannya
A
A
A
SINJAR - Kelompok minoritas etnis Yazidi Irak, melakukan serangan balas dendam setelah banyak warga dari kelompok mereka dibantai ISIS pada tahun lalu. Namun, korban balas dendam kelompok Yazidi justru warga Arab di Irak yang dituduh membantu ISIS menganiaya mereka.
Serangan balas dendam itu dilaporkan menewaskan 21 orang dan 17 lainnya hilang. Serangan berlangsung selama dua minggu di desa-desa di sekitar Sinjar, Provinsi Nineveh, Irak.
Banyak warga Yazidi sudah pulang ke rumah mereka dan menyusun kekuatan setelah sebelumnya mengungsi karena diserang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Warga etnis Yazidi warga penganut agama kuno di Irak. Ajaran agama dikenal dengan istilah Zoroastrianisme. Kelompok ini pada tahun lalu jadi bulan-bulanan kekerasan kelompok ISIS, karena dituduh ISIS sebagai kelompok “penyembah setan”.
Lebih dari selusin warga Arab di Irak dari komunitas Muslim Sunni mengatakan kepada wartawan, bahwa kelompok-kelompok bersenjata Yazidi menggerebek empat desa mereka di Sinjar dua pekan lalu.Sebanyak 21 orang tewas dan 17 lainnya hilang.
”Itu adalah tindakan balas dendam oleh kaum Yazidi,” kata Dhafer Ali Hussein, 41, warga Sibaya, Sinjar, yang desanya diserang kelompok bersenjata Yazidi.
”Tujuannya adalah untuk mengusir orang-orang Arab dari daerah ini, sehingga hanya warga Yazidi yang tetap ada. Mereka ingin mengubah peta,” katanya lagi, seperti dilansir Daily Mail, semalam (12/2/2015).
Warga Sibaya itu membantah jika warga desanya membantu ISIS untuk menganiaya warga Yazidi pada Agustus 2014 lalu. Menurut warga desa itu, mereka justru membantu warga Yazidi melarikan diri ketika diserang ISIS.
Serangan balas dendam itu dilaporkan menewaskan 21 orang dan 17 lainnya hilang. Serangan berlangsung selama dua minggu di desa-desa di sekitar Sinjar, Provinsi Nineveh, Irak.
Banyak warga Yazidi sudah pulang ke rumah mereka dan menyusun kekuatan setelah sebelumnya mengungsi karena diserang kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Warga etnis Yazidi warga penganut agama kuno di Irak. Ajaran agama dikenal dengan istilah Zoroastrianisme. Kelompok ini pada tahun lalu jadi bulan-bulanan kekerasan kelompok ISIS, karena dituduh ISIS sebagai kelompok “penyembah setan”.
Lebih dari selusin warga Arab di Irak dari komunitas Muslim Sunni mengatakan kepada wartawan, bahwa kelompok-kelompok bersenjata Yazidi menggerebek empat desa mereka di Sinjar dua pekan lalu.Sebanyak 21 orang tewas dan 17 lainnya hilang.
”Itu adalah tindakan balas dendam oleh kaum Yazidi,” kata Dhafer Ali Hussein, 41, warga Sibaya, Sinjar, yang desanya diserang kelompok bersenjata Yazidi.
”Tujuannya adalah untuk mengusir orang-orang Arab dari daerah ini, sehingga hanya warga Yazidi yang tetap ada. Mereka ingin mengubah peta,” katanya lagi, seperti dilansir Daily Mail, semalam (12/2/2015).
Warga Sibaya itu membantah jika warga desanya membantu ISIS untuk menganiaya warga Yazidi pada Agustus 2014 lalu. Menurut warga desa itu, mereka justru membantu warga Yazidi melarikan diri ketika diserang ISIS.
(mas)