ISIS Paksa Wanita Yazidi Donorkan Darah untuk Militan

Selasa, 13 Januari 2015 - 12:55 WIB
ISIS Paksa Wanita Yazidi...
ISIS Paksa Wanita Yazidi Donorkan Darah untuk Militan
A A A
SINJAR - Seorang wanita Yazidi, Irak, berhasil melarikan diri setelah disekap militan ISIS selama 28 hari. Dia dipaksa menikah dan mendonorkan darahnya untuk militan ISIS yang terluka akibat perang.

Wanita Yazidi bernama Hamshe, 19, bersama bayinya disandera militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah suaminya tewas dibunuh. Menurutnya, tidak hanya para wanita yang dipaksa mendonorkan darah. Tapi juga anak-anak Yazidi yang disandera.

“Ketika masing-masing (militan ISIS) mengambil seorang gadis Yazidi, salah satu dari mereka membawa saya ke rumahnya, mengunci saya di sebuah ruangan dan mengatakan kepada saya; 'Saya tidak akan memberikan makanan atau air jika Anda menolak untuk menikah',” kata Hamshe menirukan ucapan militan ISIS yang menyekapnya.

Hamshe juga menceritakan adegan dramatis saat dia melarikan diri dari penyekapan militan ISIS. ”Suatu malam bayi saya menangis karena kehausan. Saya mengetuk pintu dan melihat semua penjaga tidur di luar. Saya mengambil sebotol air dari mereka, dan saya lari dengan bayi saya kemudian berjalan selama empat jam,” tutur Hamshe, seperti dikutip Daily Mail, Senin (12/1/2015).

Wanita Yazidi yang merasa beruntung bisa lari dari penyanderaan ISIS itu juga mengungkap pemaksaan donor darah oleh ISIS terhadap para wanita Yazidi. Darah itu dibutuhkan para militan ISIS yang terluka akibat perang.

”Mereka memaksa gadis-gadis Yazidi untuk menyumbangkan darah ke militan ISIS yang terluka. Bagaimana Tuhan mengizinkan tindakan seperti ini?,” tanya Hamshe, saat bercerita kepada aktivis Nareen Shammo.

Ketika melarikan diri dari penyanderaan militan ISIS, dia Hamshe bertemu dengan seorang pria Arab. Pria itu membawa Hamshe ke rumahnya dan dirawat selama tiga hari.

”Kemudian mereka (keluarga Arab) membawa saya ke sebuah pos pemeriksaan Peshmerga di Barda Rash. Saya berada di pos pemeriksaan selama tujuh jam. Kemudian kakak saya datang dan membawa saya pulang ke rumah,” tutur Hamshe.

Ibu Hamshe bersyukur putrinya bisa pulang.”Saya tidak bisa membayangkan bahwa anak saya akan pulang. Kami berterima kasih kepada Tuhan untuk itu. Keluarga kami hancur. Komunitas Yazidi telah dihancurkan,” kata ibu Hamshe.
(mas)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
23 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved