Obama Blakblakan Pernah Jadi Korban Rasisme di AS
Kamis, 18 Desember 2014 - 10:23 WIB
Obama Blakblakan Pernah Jadi Korban Rasisme di AS
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama blakblakan pernah menjadi korban rasisme di negaranya sendiri.
Hal itu dia alami enam tahun lalu sebelum menjadi pemimpin AS dan tinggal di Gedung Putih. Pengakuan Obama itu muncul dalam wawancaranya dengan majalah People yang diterbitkan hari Rabu kemarin.
Pengakuan Obama itu untuk berbagi rasa dengan keluarga remaja kulit hitam yang ditembak mati polisi kulit putih yang memicu kerusuhan rasial di Ferguson beberapa waktu lalu. Perlakukan rasisme itu dialami Obama saat mengakses parkir.
Obama yang berkulit hitam juga mengaku pernah kesulitan mencegat taksi di jalan karena perlakuan rasisme di negaranya. ”Tidak ada laki-laki (berkulit) hitam seusia saya. Siapa yang profesional, yang belum keluar dari restoran dan menunggu mobil dan seseorang yang tidak membukakan kunci mobil,” kata Obama mengacu pada pengalamannya yang ditolak naik taksi.
Sedangkan istri Obama, Michelle Obama, menceritakan kejadian lain di sebuah toko yang dia anggap sebagai perlakuan rasisme. Kala itu, Michelle tiba-tiba diminta seorang wanita untuk mengambilkan sesuati di rak toko. Padahal, Michelle bukan pelayan toko.
”Dia melihat saya sebagai seseorang yang bisa membantunya. Itu bukan sesuatu yang baru,” ujar Michelle, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/12/2014).
”Iritasi kecil atau penghinaan yang kita alami adalah berbagai hal yang dibandingkan dengan apa yang dialami generasi sebelumnya,” imbuh Obama.
Hal itu dia alami enam tahun lalu sebelum menjadi pemimpin AS dan tinggal di Gedung Putih. Pengakuan Obama itu muncul dalam wawancaranya dengan majalah People yang diterbitkan hari Rabu kemarin.
Pengakuan Obama itu untuk berbagi rasa dengan keluarga remaja kulit hitam yang ditembak mati polisi kulit putih yang memicu kerusuhan rasial di Ferguson beberapa waktu lalu. Perlakukan rasisme itu dialami Obama saat mengakses parkir.
Obama yang berkulit hitam juga mengaku pernah kesulitan mencegat taksi di jalan karena perlakuan rasisme di negaranya. ”Tidak ada laki-laki (berkulit) hitam seusia saya. Siapa yang profesional, yang belum keluar dari restoran dan menunggu mobil dan seseorang yang tidak membukakan kunci mobil,” kata Obama mengacu pada pengalamannya yang ditolak naik taksi.
Sedangkan istri Obama, Michelle Obama, menceritakan kejadian lain di sebuah toko yang dia anggap sebagai perlakuan rasisme. Kala itu, Michelle tiba-tiba diminta seorang wanita untuk mengambilkan sesuati di rak toko. Padahal, Michelle bukan pelayan toko.
”Dia melihat saya sebagai seseorang yang bisa membantunya. Itu bukan sesuatu yang baru,” ujar Michelle, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/12/2014).
”Iritasi kecil atau penghinaan yang kita alami adalah berbagai hal yang dibandingkan dengan apa yang dialami generasi sebelumnya,” imbuh Obama.
(mas)