Korban Serangan Taliban di Sekolah Pakistan Jadi 84 Siswa
Selasa, 16 Desember 2014 - 17:23 WIB
Korban Serangan Taliban di Sekolah Pakistan Jadi 84 Siswa
A
A
A
PESHAWAR - Korban tewas dalam serangan Taliban di sebuah sekolah di Pakistan pada Selasa (16/12/2014) telah bertambah menjadi 84 siswa. Sebelumnya, 21 siswa dilaporkan tewas dalam serangan itu.
”Di CMH (Rumah Sakit Militer Gabungan) ada sekitar 60 (korban tewas) dan ada 24 korban tewas di (rumah sakit) Lady Reading,” kata Pervaiz Khattak, Menteri Kesehatan untuk Khyber Pakhtunkhwa, provinsi di barat laut Pakistan. (Baca: Taliban Serang Sekolah di Pakistan, 21 Siwa Tewas)
Hingga saat ini serangan masih berlangsung. Polisi Pakistan belum secara resmi mengkonfirmasi jumlah korban tewas, karena khawatir jumlahnya akan bertambah.
Sharif Khan, seorang dokter di Rumah Sakit Lady Reading di Kota Peshawar, membenarkan, bahwa pihak rumah sakit telah menerima sejumlah jenazah korban serangan di sekolah yang dikelola militer Angkatan Darat Pakistan.
Selain para siswa sejumlah guru di sekolah itu juga dilaporkan menjadi korban tewas. ”Kami berdiri di luar sekolah dan tembakan terjadi tiba-tiba. Ada kekacauan di mana-mana dan jeritan terdengar dari anak-anak dan guru,” kata Jamshed Khan, seorang sopir bus sekolah.
Para pejabat militer menyatakan, enam orang bersenjata telah memasuki sekolah yang di dalamnya ada sekitar 500 siswa dan sejumlah guru.
Kelompok Taliban membenarkan adanya serangan itu. ”Pembom bunuh diri kami telah memasuki sekolah, mereka memiliki instruksi untuk tidak membahayakan anak-anak, tetapi untuk menargetkan personel militer,” kata juru bicara Taliban, Muhammad Umar Khorasani kepada Reuters.
”Di CMH (Rumah Sakit Militer Gabungan) ada sekitar 60 (korban tewas) dan ada 24 korban tewas di (rumah sakit) Lady Reading,” kata Pervaiz Khattak, Menteri Kesehatan untuk Khyber Pakhtunkhwa, provinsi di barat laut Pakistan. (Baca: Taliban Serang Sekolah di Pakistan, 21 Siwa Tewas)
Hingga saat ini serangan masih berlangsung. Polisi Pakistan belum secara resmi mengkonfirmasi jumlah korban tewas, karena khawatir jumlahnya akan bertambah.
Sharif Khan, seorang dokter di Rumah Sakit Lady Reading di Kota Peshawar, membenarkan, bahwa pihak rumah sakit telah menerima sejumlah jenazah korban serangan di sekolah yang dikelola militer Angkatan Darat Pakistan.
Selain para siswa sejumlah guru di sekolah itu juga dilaporkan menjadi korban tewas. ”Kami berdiri di luar sekolah dan tembakan terjadi tiba-tiba. Ada kekacauan di mana-mana dan jeritan terdengar dari anak-anak dan guru,” kata Jamshed Khan, seorang sopir bus sekolah.
Para pejabat militer menyatakan, enam orang bersenjata telah memasuki sekolah yang di dalamnya ada sekitar 500 siswa dan sejumlah guru.
Kelompok Taliban membenarkan adanya serangan itu. ”Pembom bunuh diri kami telah memasuki sekolah, mereka memiliki instruksi untuk tidak membahayakan anak-anak, tetapi untuk menargetkan personel militer,” kata juru bicara Taliban, Muhammad Umar Khorasani kepada Reuters.
(mas)