Ini Sosok Haron Monis, 'Syekh' Pelaku Teror di Sydney

Selasa, 16 Desember 2014 - 09:23 WIB
Ini Sosok Haron Monis,...
Ini Sosok Haron Monis, 'Syekh' Pelaku Teror di Sydney
A A A
SYDNEY - Namanya, Man Haron Monis. Pria 49 tahun asal Iran yang mengaku sebagai syekh inilah pelaku teror di Kafe Lindt, Sydney, Australia selama 16 jam.

Monis mengaku sebagai syekh atau ulama Muslim yang jadi pengungsi di Australia sejak 20 tahun silam. Tapi, publik Australia menjulukinya syekh gadungan setelah melakukan teror terhadap orang-orang tak bersalah di Kafe Lindt, Sydney.

Monis tewas setelah Polisi Federal Australia atau AFP menyerbu kafe setelah drama penyanderaan yang dia lakukan berlangsung 16 jam. Dua sandera ikut tewas dalam insiden itu, dan empat lainnya terluka. (Baca: Teror di Sydney Tamat setelah 16 Jam, 3 Tewas dan 4 Luka)

Sepak terjang Monis yang meresahkan, sebenarnya sudah bukan rahasia lagi bagi publik Australia. Pada tahun 2010, ia pernah menghadapi tuduhan atas pengiriman surat yang menyinggung keluarga dua tentara Australia yang tewas di Afghanistan dan keluarga pejabat Australia, Craig Senger, yang meninggal pada 2009 akibat pemboman di Jakarta.

Tak hanya itu, dia juga tersandung kasus pembunuhan terhadap mantan istrinya dan kasus kekerasan seksual. Mantan pengacara Monis, Manny Conditsis, menggambarkan si “syekh” itu sebagai individu yang rusak. Ideologi dan dan akal sehatnya, lanjut dia, juga bermasalah.

”Ini adalah satu dari individu secara acak yang rusak,” kata Conditsis, seperti dikutip Sky News, Selasa (16/12/2014). ”Ini bukan aksi terorisme bersama. Ini adalah individu yang rusak, yang melakukan sesuatu secara keterlaluan.” (Baca juga: Pelaku Penyanderaan di Sydney Adalah Pengungsi asal Iran)

Pada 2013 Monis dihukum atas pengiriman surat yang menyinggung keluarga tentara Australia yang tewas di Afghanistan dan pejabat Australia lain. Dalam suratnya, Monis menyamakan tentara Australia yang tewas di Afghanistan sebagai pembunuh yang menggali lubang neraka.

Dalam sebuah posting di situs pribadinya, Monis bersumpah untuk melawan penindasan dan terorisme yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Inggris dan Australia. ”Jika kita tinggal diam terhadap penjahat, kita tidak bisa memiliki masyarakat yang damai,” bunyi tulisan Monis di situs itu.

Situsnya juga berisis foto grafis anak-anak yang tewas di Timur Tengah akibat serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya. Dia juga menyinggung konflik sektarian, di mana dia membenci kaum Syiah yang dia sebut dengan istilah “Rafidi” dan memilih menjadi militan radikal kelompok Sunni.

”Saya dimanfaatkan untuk menjadi ‘Rafidi’, tapi sekarang tidak lagi. Sekarang saya seorang Muslim, Alhamdulillah,” kata Monis awal bulan ini.
(mas)
Berita Terkait
Iran Coba Rekrut Tahanan...
Iran Coba Rekrut Tahanan Cantik Asal Australia Jadi Mata-mata
Iran Turunkan Hubungan...
Iran Turunkan Hubungan Diplomatik dengan Australia
Krisis BBM, Transportasi...
Krisis BBM, Transportasi Umum di Dua Negara Bagian Australia Digratiskan
Heboh, Australia Tiba-tiba...
Heboh, Australia Tiba-tiba Usir Dubes Iran
Australia Tampung 5...
Australia Tampung 5 Pemain Timnas Putri Iran
Israel Ingin Seret Negara...
Israel Ingin Seret Negara Tetangga Indonesia Ini dalam Perang Melawan Iran
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
39 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved