Kesal Dicela, Netanyahu 'Usir' Orang-orang Arab dari Israel
Selasa, 11 November 2014 - 08:47 WIB
Kesal Dicela, Netanyahu 'Usir' Orang-orang Arab dari Israel
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara halus mengusir orang-orang Arab dari Israel. Dia kesal dengan masyarakat Arab yang tinggal di Israel tapi berdemo pro-Pelastina dan mencela Negara Yahudi itu.
Demo terbaru muncul dari komunitas Arab di Israel setelah polisi menembak mati seorang pria Palestina yang menyerang kendaraan aparat keamanan Israel. Pria itu telah ditembak mati ketika menjauh dari mobil aparat Israel.
“Untuk semua orang yang beraksi dan berteriak mengeluarkan kecaman mereka terhadap Israel dan memberikan dukungan untuk negara Palestina, saya bisa mengatakan satu hal sederhana; Anda diundang untuk pindah ke sana, ke Otoritas Palestina atau ke Gaza,” ucap Netanyahu yang memberi sinyal pengusiran secara halus.
”Saya bisa menjanjikan kepada Anda, bahwa Negara Israel tidak akan memberkan hambatan untuk Anda (jika hengkang dari Israel),” lanjut pemimpin Israel itu.
Netanyahu menyalahkan Otoritas Palestina, Hamas dan gerakan Islam lainnya atas kekerasan dalam beberapa hari terakhir di Yerusalem dan tempat lainnya.
”Kami tidak siap untuk mentoleransi lebih banyak demonstrasi di jantung kota-kota kita, di mana Hamas atau bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berkibar dan menyerukan untuk menebus Palestina dengan darah dan api, serta menyerukan penghancuran Negara Israel,” imbuh Netanyahu.
”Yang berdiri di belakang hasutan ini adalah Otoritas Palestina dan pemimpinnya, Abu Mazen (Mahmoud Abbas). Situs resmi mereka, Fatah, menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi, pada dasarnya, tidak pernah di sini, bahwa Situs Suci tidak pernah di sini, bahwa Daud, Solomo (Sulaiman), Yesaya, Yeremia dan para raja dan nabi-nabi Israel semua fiksi,” lanjut dia.
Ahmed Tibi, seorang anggota parlemen terkemuka Israel keturunan Arab, mengatakan, komentar Netanyahu menunjukkan bahwa kebijakannya telah keluar dari jalur.”Hal-hal seperti ini tidak pernah dikatakan oleh setiap perdana menteri Israel. Tidak (diucapkan) oleh (Menachem) Begin, juga bukan oleh (Yitzhak) Shamir,” kata Tibi seperti dikutip Reuters, Selasa (11/11/2014).
Demo terbaru muncul dari komunitas Arab di Israel setelah polisi menembak mati seorang pria Palestina yang menyerang kendaraan aparat keamanan Israel. Pria itu telah ditembak mati ketika menjauh dari mobil aparat Israel.
“Untuk semua orang yang beraksi dan berteriak mengeluarkan kecaman mereka terhadap Israel dan memberikan dukungan untuk negara Palestina, saya bisa mengatakan satu hal sederhana; Anda diundang untuk pindah ke sana, ke Otoritas Palestina atau ke Gaza,” ucap Netanyahu yang memberi sinyal pengusiran secara halus.
”Saya bisa menjanjikan kepada Anda, bahwa Negara Israel tidak akan memberkan hambatan untuk Anda (jika hengkang dari Israel),” lanjut pemimpin Israel itu.
Netanyahu menyalahkan Otoritas Palestina, Hamas dan gerakan Islam lainnya atas kekerasan dalam beberapa hari terakhir di Yerusalem dan tempat lainnya.
”Kami tidak siap untuk mentoleransi lebih banyak demonstrasi di jantung kota-kota kita, di mana Hamas atau bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berkibar dan menyerukan untuk menebus Palestina dengan darah dan api, serta menyerukan penghancuran Negara Israel,” imbuh Netanyahu.
”Yang berdiri di belakang hasutan ini adalah Otoritas Palestina dan pemimpinnya, Abu Mazen (Mahmoud Abbas). Situs resmi mereka, Fatah, menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi, pada dasarnya, tidak pernah di sini, bahwa Situs Suci tidak pernah di sini, bahwa Daud, Solomo (Sulaiman), Yesaya, Yeremia dan para raja dan nabi-nabi Israel semua fiksi,” lanjut dia.
Ahmed Tibi, seorang anggota parlemen terkemuka Israel keturunan Arab, mengatakan, komentar Netanyahu menunjukkan bahwa kebijakannya telah keluar dari jalur.”Hal-hal seperti ini tidak pernah dikatakan oleh setiap perdana menteri Israel. Tidak (diucapkan) oleh (Menachem) Begin, juga bukan oleh (Yitzhak) Shamir,” kata Tibi seperti dikutip Reuters, Selasa (11/11/2014).
(mas)