Lawan Israel, 'Hari Kemarahan' Dikobarkan Lagi di Palestina
Jum'at, 07 November 2014 - 15:55 WIB
Lawan Israel, 'Hari Kemarahan' Dikobarkan Lagi di Palestina
A
A
A
YERUSALEM - Kelompok-kelompok di Palestina pada Jumat (7/11/2014) kembali mengobarkan “Hari Kemarahan” untuk melawan Israel.
Semua rakyat Palestina diserukan begerak untuk mengusir pasukan Israel dari tanah mereka. Seruan “Hari Kemarahan” itu dikobarkan keompok-kelompok di Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, juga memperingatkan Israel, bahwa ada gerakan kemarahan rakyat Palestina jika upaya menyelesaikan konflik Israel dan Palestina gagal. Semua rakyat Palestina diminta meningkatkan gelombang protes terhadap Israel di Tepi Barat, Yerusalem dan Gaza.
Hamas dan Jihad Islam, sejak Kamis kemarin menyerukan kepada rakyat Palestina untuk turun ke jalan dan salat di Masjid al-Aqsa.
”Semua warga Palestina, khususnya kaum muda, untuk bergerak gunamenyelamatkan Masjid al-Aqsa dan membela Yerusalem terhadap pengepungan Israel,” bunyi seruan Hamas.
“Jumat harus berubah menjadi hari khusus dalam sejarah perjuangan Palestina untuk melestarikan hak-hak kami di Yerusalem,” lanjut pernyataan Hamas, seperti dikutip Jerusalem Post. Seruan serupa juga muncul dari organisasi Jihad Islam.
Muhammad al-Harazeen, perawakilan dari kelompok itu mengatakan,waktunya telah tiba untuk "revolusi” terhadap tindakan Israel di Yerusalem.
Pemimpin Jihad Islam, Khaled al-Batsh, mengatakan Israel sedang bersiap menghadapi pengusiran rakyat Palestina dari Masjid al-Aqsa. Dia memuji aksi warga Palestina terbaru yang menabrak tiga tentara Isarel di Yerusalem sebagai bentuk kemarahan rakyat Palestina.
Semua rakyat Palestina diserukan begerak untuk mengusir pasukan Israel dari tanah mereka. Seruan “Hari Kemarahan” itu dikobarkan keompok-kelompok di Palestina, seperti Hamas dan Jihad Islam.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, juga memperingatkan Israel, bahwa ada gerakan kemarahan rakyat Palestina jika upaya menyelesaikan konflik Israel dan Palestina gagal. Semua rakyat Palestina diminta meningkatkan gelombang protes terhadap Israel di Tepi Barat, Yerusalem dan Gaza.
Hamas dan Jihad Islam, sejak Kamis kemarin menyerukan kepada rakyat Palestina untuk turun ke jalan dan salat di Masjid al-Aqsa.
”Semua warga Palestina, khususnya kaum muda, untuk bergerak gunamenyelamatkan Masjid al-Aqsa dan membela Yerusalem terhadap pengepungan Israel,” bunyi seruan Hamas.
“Jumat harus berubah menjadi hari khusus dalam sejarah perjuangan Palestina untuk melestarikan hak-hak kami di Yerusalem,” lanjut pernyataan Hamas, seperti dikutip Jerusalem Post. Seruan serupa juga muncul dari organisasi Jihad Islam.
Muhammad al-Harazeen, perawakilan dari kelompok itu mengatakan,waktunya telah tiba untuk "revolusi” terhadap tindakan Israel di Yerusalem.
Pemimpin Jihad Islam, Khaled al-Batsh, mengatakan Israel sedang bersiap menghadapi pengusiran rakyat Palestina dari Masjid al-Aqsa. Dia memuji aksi warga Palestina terbaru yang menabrak tiga tentara Isarel di Yerusalem sebagai bentuk kemarahan rakyat Palestina.
(mas)