Obama: Saya Peluk dan Cium Perawat Pasien Ebola

Jum'at, 17 Oktober 2014 - 01:00 WIB
Obama: Saya Peluk dan...
Obama: Saya Peluk dan Cium Perawat Pasien Ebola
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, mengaku sudah kontak dengan para perawat pasien Ebola. Obama bahkan sudah memeluk dan mencium para perawat tersebut.

Menurut Obama, kemungkinan penyebaran Ebola di AS sangat rendah. Komentar itu muncul di tengah kekhawatiran publik AS terhadap virus Ebola, terutama sejak perawat Thomas Eric Duncan, yang terinfeksi Ebola meninggal. Perawat itu ternfeksi Ebola di Liberia, kemudian terbang dengan pesawat ke AS.

Obama dalam sebuah pertemuan dengan 20 pejabat Gedung Putih, termasuk Menteri Pertahanan Chuck Hagel, Wakil Presiden Joe Biden dan Jaksa Agung Eric Holder, bahwa ia sendiri memiliki kontak dekat dengan petugas kesehatan yang merawat pasien Ebola.

Kontak itu terjadi saat ia mengunjungi Rumah Sakit Emory University di Atlanta. Obama merasa aman melakukan hal itu.

“Saya berjabat tangan, memeluk dan mencium bukan dokter, tapi beberapa perawat di Emory, karena pekerjaan mereka yang gagah berani. Mereka merawat salah satu pasien (Ebola). Mereka mengikuti prosedur, mereka tahu apa yang mereka lakukan, dan saya merasa sangat aman melakukannya,” kata Obama.

Obama mengatakan Ebola tidak seperti virus flu, yang dapat ditularkan lewat udara melalui batuk dan bersin.

Obama, seperti dikutip Russia Today, Kamis (16/10/2014), menegaskan wabah Ebola tidak serius di AS. Tapi, dia mengingatkan bahwa jika Ebola tidak ditangani serius di Afrika Barat yang merupakan sumber asalnya, maka tidak menutup kemungkinan akan sulit untuk mengendalikan virus tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved