PBB: ISIS Gunakan Wanita dan Anak Gadis untuk Budak Seks

Jum'at, 03 Oktober 2014 - 09:06 WIB
PBB: ISIS Gunakan Wanita...
PBB: ISIS Gunakan Wanita dan Anak Gadis untuk Budak Seks
A A A
NEW YORK - PBB secara resmi melansir laporan yang menyebut bahwa ISIS menggunakan wanita dan anak-anak gadis untuk budak seks para militan. Laporan itu juga menyebut ISIS melakukan kejahatan perang sistematis.

Aksi kelompok ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah yang melakukan pembunuhan massal, penculikan perempuan dan anak gadis juga tak luput dari laporan PBB.

Laporan PBB itu disusun berdasarakan 500 wawancara dari kerabat korban dan pemerintah di daerah yang dikuasai ISIS. Kendati demikian, PBB juga ikut menyalahkan serangan udara pasukan Irak yang menyebabkan kematian warga sipil karena kerap menargetkan desa, sekolah dan rumah sakit.

Setidaknya 9.347 warga sipil telah tewas dan 17.386 terluka sejak ISIS menguasai wilayah sebagian Irak pada awal Juni 2014.

“Pasukan ISIS melakukan pelanggaran HAM serius dan kotor, dengan karakter yang sistematis dan massal,” bunyi laporan yang disusun Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

”Ini termasuk serangan langsung menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil, eksekusi, penculikan, pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan fisik yang dilakukan terhadap perempuan dan anak-anak gadis. Mereka juga merekrut paksa anak-anak, melakukan perusakan situs-situs agama, budaya dan penjarahan harta benda,” lanjut laporan PBB, yang dilansir Reuters, Jumat (3/10/2014).

Beberapa korban ISIS dalam laporan PBB antara lain, etnis Turkmen, Shabak, Kristen, Yazidi, Sabaeans, Kaka'e, Faili Kurdi, Syiah Arab.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad al-Hussein, mengonfirmasi laporan PBB itu.”Pelanggaran yang dilakukan oleh ISIS dan kelompok-kelompok bersenjata terkait lainnya sangat mengejutkan, dan banyak dari tindakan mereka ini merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Hussein.

“Saya sangat menyarankan Pemerintah Irak untuk mengaksesi Statuta Roma,” lanjut Hussein mengacu syarat untuk menyeret pelaku kejahatan perang ke Mahkamah Pidana Internasional atau ICC.
(mas)
Berita Terkait
Irak Pertimbangkan Bantu...
Irak Pertimbangkan Bantu Suriah saat Pemberontak Bangkit
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Puluhan Truk Tangki...
Puluhan Truk Tangki AS Angkut Minyak Curian dari Suriah ke Irak
Turki Serang Hampir...
Turki Serang Hampir 500 Basis Kurdi di Irak Utara dan Suriah
Iran Tolak Kehadiran...
Iran Tolak Kehadiran Militer Turki di Suriah dan Irak
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
34 menit yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
2 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
4 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
7 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
8 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved