13 Tahun Berlalu, Keluarga Korban 9/11 Menolak Lupa
Jum'at, 12 September 2014 - 09:20 WIB
13 Tahun Berlalu, Keluarga Korban 9/11 Menolak Lupa
A
A
A
ALBANY - Sudah 13 tahun berlalu, korban tragedi serangan teroris terhadap gedung WTC, Amerika Serikat pada 11 September 2001 atau 9/11, memilih menolak lupa.
Gedung yang dihantam pesawat bajakan teroris itu, kini berubah jadi bangunan Ground Zero dengan 20 cerita pilu keluarga korban di dalamnya.
Semula, Ground Zero hanya diperuntukkan bagi keluarga korban serangan teroris 9/11. Tapi, setelah 13 tahun berlalu, bangunan itu kini dibuka untuk umum. Sebagai bentuk melawan lupa, keluarga korban menuliskan berbagai cerita cinta, sekaligus duka dari para korban di berbagai properti bangunan.
Cerita-cerita keluarga korban teror 9/11 itu ada di ruang kantor sederhana di lantai 54 menara Liberty Plaza. Cerita-cerita dari keluarga korban itu seolah-olah ingin menggambarkan bahwa para korban serangan teroris di situs World Trade Center (WTC), masih dikenang.
"Tower apa? Lantai apa? Itu adalah cara orang lain melihat orang yang kita cintai,” tutur Nikki Stern, yang suaminya, James E. Potorti, menjadi salah satu korban tewas dalam serangan teroris 11 September, 2001.
“Sulit bagaimana kita ingin mendefinisikan orang yang kita cintai. Family Room ini adalah awal dari cerita yang dirancang oleh keluarga (korban),” lanjut Stern, seperti dikutip New York Times.
Sementara itu, pejabat politik AS dan kerabat korban juga berkumpul di New York City, di luar Washington dan di Pennsylvania pada Kamis (11/9/2014) waktu AS atau hari ini (12/9/2014) WIB. Mereka berkumpul untuk mengingat sekitar 3 ribu orang tewas dalam serangan al-Qaeda di gedung WTC.
Dalam acara itu, keluarga membacakan nama-nama korban yang tidak pernah bisa mereka lupakan. Presiden Barack Obama juga mengenang serangan teroris itu di Pentagon. Obama juga menolak lupa, dengan meletakkan karangan bunga lili putih.
”Tiga belas tahun setelah pikiran kebencian bersekongkol untuk menghancurkan kita, rakyat Amerika berdiri tegak dan rakyat Amerika berdiri bangga," kata Obama, seperti dikutip Reuters.
Gedung yang dihantam pesawat bajakan teroris itu, kini berubah jadi bangunan Ground Zero dengan 20 cerita pilu keluarga korban di dalamnya.
Semula, Ground Zero hanya diperuntukkan bagi keluarga korban serangan teroris 9/11. Tapi, setelah 13 tahun berlalu, bangunan itu kini dibuka untuk umum. Sebagai bentuk melawan lupa, keluarga korban menuliskan berbagai cerita cinta, sekaligus duka dari para korban di berbagai properti bangunan.
Cerita-cerita keluarga korban teror 9/11 itu ada di ruang kantor sederhana di lantai 54 menara Liberty Plaza. Cerita-cerita dari keluarga korban itu seolah-olah ingin menggambarkan bahwa para korban serangan teroris di situs World Trade Center (WTC), masih dikenang.
"Tower apa? Lantai apa? Itu adalah cara orang lain melihat orang yang kita cintai,” tutur Nikki Stern, yang suaminya, James E. Potorti, menjadi salah satu korban tewas dalam serangan teroris 11 September, 2001.
“Sulit bagaimana kita ingin mendefinisikan orang yang kita cintai. Family Room ini adalah awal dari cerita yang dirancang oleh keluarga (korban),” lanjut Stern, seperti dikutip New York Times.
Sementara itu, pejabat politik AS dan kerabat korban juga berkumpul di New York City, di luar Washington dan di Pennsylvania pada Kamis (11/9/2014) waktu AS atau hari ini (12/9/2014) WIB. Mereka berkumpul untuk mengingat sekitar 3 ribu orang tewas dalam serangan al-Qaeda di gedung WTC.
Dalam acara itu, keluarga membacakan nama-nama korban yang tidak pernah bisa mereka lupakan. Presiden Barack Obama juga mengenang serangan teroris itu di Pentagon. Obama juga menolak lupa, dengan meletakkan karangan bunga lili putih.
”Tiga belas tahun setelah pikiran kebencian bersekongkol untuk menghancurkan kita, rakyat Amerika berdiri tegak dan rakyat Amerika berdiri bangga," kata Obama, seperti dikutip Reuters.
(mas)