Terlahir dengan Kepala Terbalik, Pria Brazil Dikagumi
Selasa, 02 September 2014 - 11:16 WIB
Terlahir dengan Kepala Terbalik, Pria Brazil Dikagumi
A
A
A
MONTE SANTO - Pria asal Monte Santo, Claudio Vieira de Oliveira, 37, terlahir dengan kondisi kepala terbalik ke belakang. Tapi, dia dikagumi warga Brazil, karena dengan kondisi yang tidak sempurna Claudio tidak mau bergantung kepada orang lain.
Secara sekilas, leher Claudio seperti ditekuk ke belakang, sehingga wajahnya membelakangi tubuhnya. Tapi itu merupakan kondisi fisik aslinya sejak lahir. Yang mengejutkan, dia pernah menjadi pembicara di depan publik Brazil sebagai sosok inspirasional.
Tak hanya kondisi kepala yang terbalik, kaki dan tangannya juga terlahir tidak seperti orang-orang pada umumnya.
Ketika masih bayi, dokter pernah mengatakan kepada ibunya, agar berhenti memberikan makan kepada Claudio. Sebab, dokter meyakini, kesempatan hidup Claudio tidak lama.
Sebagai pembuktian, bahwa dia menolak bergantung kepada orang lain, pria Brazil ini lulus sebagai akuntan, dan kini jadi pembicara publik.”Sejak saya masih kecil, saya selalu suka menyibukkan diri dan bekerja. Saya tidak suka bergantung sepenuhnya pada orang lain,” ucap Claudio.
”Saya melakukan sedikit pekerjaan akuntansi, penelitian untuk klien dan jadi konsultan,” lanjut dia, seperti dikutip Mirror, kemarin (1/9/2014).
”Saya telah belajar untuk menyalakan televisi, mengambil ponsel saya, menyalakan radio, menggunakan internet, dan menggunakan komputer saya. Ya, saya melakukan semua itu sendiri,” katanya.
Untuk mengoperasikan alat-alat elektronik itu, Claudio hanya mengandalkan pena yang digerakkan dengan mulutnya. Sedangkan untuk menggerakkan mouse komputer, dia mengandalkan bibirnya. Dia juga memiliki sepatu khusus yang memungkinkan dia untuk bergerak di sekitar kota.
Pria Brazil yang terlahir dengan kepala terbalik itu lulus sebagai akuntan di Universitas Negeri Feira de Santana.
Ibunya, Maria Jose, menuturkan perasaan sedih saat merawat Claudio sewaktu bayi.”Orang-orang mulai mengatakan 'bayi saya akan mati' karena ia nyaris tidak bisa bernapas setelah ia lahir,” kata Maria.
”Beberapa orang berkata: ‘Jangan memberinya makan, dia sudah sekarat’,” lanjut Maria, yang kini bersyukur anaknya bisa jadi orang yang pintar dan bisa membahagiakannya.
Secara sekilas, leher Claudio seperti ditekuk ke belakang, sehingga wajahnya membelakangi tubuhnya. Tapi itu merupakan kondisi fisik aslinya sejak lahir. Yang mengejutkan, dia pernah menjadi pembicara di depan publik Brazil sebagai sosok inspirasional.
Tak hanya kondisi kepala yang terbalik, kaki dan tangannya juga terlahir tidak seperti orang-orang pada umumnya.
Ketika masih bayi, dokter pernah mengatakan kepada ibunya, agar berhenti memberikan makan kepada Claudio. Sebab, dokter meyakini, kesempatan hidup Claudio tidak lama.
Sebagai pembuktian, bahwa dia menolak bergantung kepada orang lain, pria Brazil ini lulus sebagai akuntan, dan kini jadi pembicara publik.”Sejak saya masih kecil, saya selalu suka menyibukkan diri dan bekerja. Saya tidak suka bergantung sepenuhnya pada orang lain,” ucap Claudio.
”Saya melakukan sedikit pekerjaan akuntansi, penelitian untuk klien dan jadi konsultan,” lanjut dia, seperti dikutip Mirror, kemarin (1/9/2014).
”Saya telah belajar untuk menyalakan televisi, mengambil ponsel saya, menyalakan radio, menggunakan internet, dan menggunakan komputer saya. Ya, saya melakukan semua itu sendiri,” katanya.
Untuk mengoperasikan alat-alat elektronik itu, Claudio hanya mengandalkan pena yang digerakkan dengan mulutnya. Sedangkan untuk menggerakkan mouse komputer, dia mengandalkan bibirnya. Dia juga memiliki sepatu khusus yang memungkinkan dia untuk bergerak di sekitar kota.
Pria Brazil yang terlahir dengan kepala terbalik itu lulus sebagai akuntan di Universitas Negeri Feira de Santana.
Ibunya, Maria Jose, menuturkan perasaan sedih saat merawat Claudio sewaktu bayi.”Orang-orang mulai mengatakan 'bayi saya akan mati' karena ia nyaris tidak bisa bernapas setelah ia lahir,” kata Maria.
”Beberapa orang berkata: ‘Jangan memberinya makan, dia sudah sekarat’,” lanjut Maria, yang kini bersyukur anaknya bisa jadi orang yang pintar dan bisa membahagiakannya.
(mas)