Kaum Syiah dan Sunni Irak Mulai Bersatu Lawan ISIS

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 14:58 WIB
Kaum Syiah dan Sunni...
Kaum Syiah dan Sunni Irak Mulai Bersatu Lawan ISIS
A A A
BAGHDAD - Tokoh Sunni Irak telah bergabung dan mendukung pemerintah Irak yang didominasi kaum Syiah. Mereka akan bersatu untuk melawan para militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang mengacaukann Irak.

Salah satu pemimpin suku Sunni yang paling berpengaruh, Ali Hatem Sulaiman, mengatakan, bahwa ia bersedia untuk bekerja dengan perdana menteri terpilih Haidar al-Abadi yang merupakan tokoh Syiah.

Dia siap untuk bersatu membentuk pemerintahan baru yang menghormati hak-hak minoritas Muslim Sunni dan kelompok minoritas lain di Irak. Sulaiman bahkan memberikan sinyal, jika kaum Sunni akan mengangkat senjata untuk melawan ISIS.

Gerakan persatuan rakyat Irak sebenarnya pernah terjadi pada 2006-2009, yang kala itu mereka bersatu untuk menggagalkan pemberontakan al-Qaeda.

Perdana Menteri Abadi yang menggantikan Nuri al-Maliki kini menghadapi tugas berat. Yakni mempersatukan rakyat Irak dari berbagai komunitas dan melawan ISIS yang telah mengusai sebagian wilayah di Irak utara.

Taha Mohammed al-Hamdoon, juru bicara pemimpin suku dan ulama Sunni, mengatakan kepada Reuters, bahwa perwakilan Sunni di Anbar dan provinsi lain telah menyusun daftar tuntutan untuk bergabung dengan pemerintah baru Irak.

Hamdoon menyerukan pemerintah dan pasukan milisi Syiah untuk menghentikan permusuhan di Anbar untuk memungkinkan ruang untuk melakukan pembicaraan rekonsiliasi.

”Hal ini tidak mungkin untuk negosiasi apapun, jika diadakan di bawah bom barel dan pemboman tanpa pandang bulu,” kata Hamdoon dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters, Sabtu (16/8/2014).

Sementara itu, ulama Syiah paling berpengaruh di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, mengatakan persatuan untuk kerjasama menyelesaikan krisis Irak merupakan kesempatan langka.

Menurutnya, penunjukkan Abadi sebagai perdana menteri baru Irak adalah untuk mengatasi perpecahan di antara kaum Syiah, Sunni dan Kurdi yang diperparah di era pemerintahan Maliki.

”Kami menekankan perlunya bahwa bendera Irak berkibar untuk mencegah penggunaan gambar dan simbol lain,” kata Sistani, yang menyerukan persatuan rakyat Irak dari berbagai sektarian.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
20 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
32 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved