Israel Harus Akhiri Blokade, Syarat Gaza Bebas Perang
Senin, 11 Agustus 2014 - 10:07 WIB
Israel Harus Akhiri Blokade, Syarat Gaza Bebas Perang
A
A
A
GAZA - Gencatan senjata 72 jam antara Israel dan Hamas tidak menjadi jaminan bagi Jalur Gaza bebas dari konflik berdarah atau perang.
Pejabat PBB mengatakan, Gaza baru bisa bebas konflik berdarah jika Israel mengakhiri blokadi atas wilaya Gaza yang sudah berlangsung delapan tahun terakhir.
Demikian disamapikan pejabat senior PBB untuk urusan bantuan kemanusiaan, James Rawley. Menurutnya, rakyat Gaza telah sangat menderita selama perang lebih dari sebulan. Di mana lebih dari 1.930 warga Palestina di Gaza tewas. Sedangkan dari kubu Israel sebanyak 67 orang tewas.
”Blokade harus diangkat, tidak hanya untuk penyaluran bantuan ke Gaza, tapi untuk memungkinkan Gaza menjadi lebih baik dari 10 tahun lalu, yakni untuk berdagang dengan dunia luar,” kata Rawley kepada AFP, Senin (11/8/2014).
”Gaza memiliki potensi yang luar biasa. Orang-orang sangat mahir dalam kewirausahaan. Mereka berpendidikan, mereka memiliki pasar di luar negeri, di Israel dan Tepi Barat. Blokade harus diangkat agar Gaza dapat berkembang,” desak dia.
Israel dan Hamas telah sepakat melakukan gencatan senjata terbaru selama 72 jam. Kesepekatan itu menjadi peluang bagi PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. (Baca: Lagi, Israel dan Hamas Gencatan Senjata 72 Jam)
Israel memblokade Gaza sejak 2006 setelah Hamas menangkap seorang tentara Israel. Sejak itu, rakyat Gaza menderita, karena minim akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hamas berkali-kali menuntut Israel mengakhiri blokade atas Gaza.
Pejabat PBB mengatakan, Gaza baru bisa bebas konflik berdarah jika Israel mengakhiri blokadi atas wilaya Gaza yang sudah berlangsung delapan tahun terakhir.
Demikian disamapikan pejabat senior PBB untuk urusan bantuan kemanusiaan, James Rawley. Menurutnya, rakyat Gaza telah sangat menderita selama perang lebih dari sebulan. Di mana lebih dari 1.930 warga Palestina di Gaza tewas. Sedangkan dari kubu Israel sebanyak 67 orang tewas.
”Blokade harus diangkat, tidak hanya untuk penyaluran bantuan ke Gaza, tapi untuk memungkinkan Gaza menjadi lebih baik dari 10 tahun lalu, yakni untuk berdagang dengan dunia luar,” kata Rawley kepada AFP, Senin (11/8/2014).
”Gaza memiliki potensi yang luar biasa. Orang-orang sangat mahir dalam kewirausahaan. Mereka berpendidikan, mereka memiliki pasar di luar negeri, di Israel dan Tepi Barat. Blokade harus diangkat agar Gaza dapat berkembang,” desak dia.
Israel dan Hamas telah sepakat melakukan gencatan senjata terbaru selama 72 jam. Kesepekatan itu menjadi peluang bagi PBB untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. (Baca: Lagi, Israel dan Hamas Gencatan Senjata 72 Jam)
Israel memblokade Gaza sejak 2006 setelah Hamas menangkap seorang tentara Israel. Sejak itu, rakyat Gaza menderita, karena minim akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hamas berkali-kali menuntut Israel mengakhiri blokade atas Gaza.
(mas)