Percepat Investigasi MH17, Ukraina Umumkan Gencatan Senjata
Rabu, 30 Juli 2014 - 18:20 WIB
Percepat Investigasi MH17, Ukraina Umumkan Gencatan Senjata
A
A
A
KIEV - Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, akhirnya mengumumkan gencatan senjata dengan pihak separatis di Ukraina timur. Gencatan senjata ini hanya berlaku di lokasi sekitar jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17.
Melansir Russia Today, Rabu (30/7/2014), pengumuman ini muncul setelah Rusia mendesak Kiev untuk segera melakukan gencatan senjata. Pihak separatis sendiri meminta gencatan senjata bila ingin tim investigasi internasional bebas memasuki lokasi jatuhnya MH17.
“Poroshenko mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam radius 20 km dari lokasi kecelakaan MH17 ketika melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Belanda dan Australia,” ungkap pihak pemerintah Ukraina.
Namun, menurut pihak separatis, militer Ukraina masih terus melakukan serangan tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat MH17, yang membuat mereka akhirnya menutup lokasi tersebut untuk alasan keamanan.
“Kami telah berbicara dengan tim invesigasi internasional bahwa terjadi serangan di dekat lokasi itu, dan kami menyarankan mereka untuk tidak memasuki lokasi. Tank-tank Ukraina terus menambakan peluru untuk merusak lokasi jatuhnya pesawat itu,” ungkap anggota Dewan Keamanan Donetsk, Sergey Kavtaradze.
Melansir Russia Today, Rabu (30/7/2014), pengumuman ini muncul setelah Rusia mendesak Kiev untuk segera melakukan gencatan senjata. Pihak separatis sendiri meminta gencatan senjata bila ingin tim investigasi internasional bebas memasuki lokasi jatuhnya MH17.
“Poroshenko mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam radius 20 km dari lokasi kecelakaan MH17 ketika melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Belanda dan Australia,” ungkap pihak pemerintah Ukraina.
Namun, menurut pihak separatis, militer Ukraina masih terus melakukan serangan tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat MH17, yang membuat mereka akhirnya menutup lokasi tersebut untuk alasan keamanan.
“Kami telah berbicara dengan tim invesigasi internasional bahwa terjadi serangan di dekat lokasi itu, dan kami menyarankan mereka untuk tidak memasuki lokasi. Tank-tank Ukraina terus menambakan peluru untuk merusak lokasi jatuhnya pesawat itu,” ungkap anggota Dewan Keamanan Donetsk, Sergey Kavtaradze.
(esn)