Hamas Ajak Hizbullah Gabung untuk Hajar Israel
Rabu, 30 Juli 2014 - 13:47 WIB
Hamas Ajak Hizbullah Gabung untuk Hajar Israel
A
A
A
BEIRUT - Hamas secara resmi meminta Hizbullah Libanon untuk bergabung dalam perang melawan Israel. Ajakan itu muncul, setelah invasi Israel di Jalur Gaza semakin sengit dan korban tewas terus bertambah.
”Kami berharap (Hzibullah) Libanon akan terbuka dan bersama-sama dengan kita melawan formasi (Israel) ini,” kata wakil kepala biro politik Hamas, Mousa Abu Marzouk, kepada kantor berita RIA Novosti, Rabu (30/7/2014).
”Tidak ada alasan bahwa kelompook perlawanan Libanon tidak bisa berbuat banyak,” desak Marzouk.
Sebelumnya pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, bersumpah membantu Palestina untuk melawan invasi Israel di Gaza.
”Hizbullah dan kelompok perlawanan Libanon akan berdiri dengan pemberontakan dan perlawanan rakyat Palestina, di dalam hati kita, ada kemauan, harapan dan takdir,” ucap Nasrallah, dalam sebuah pidato di Beirut pekan lalu.
Hizbullah pernah terlibat perang dengan Israel pada tahun 2006. Dalam perang itu, baik Hizbullah maupun Israel sama-sama mengklaim sebagai pemenang.
Sebelum bertekad membantu Palestina untuk melawan Israel, Hizbullah diketahui membantu tentara loyalis Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang bertempur melawan pasukan oposisi dan militan asing.
Berkat bantuan Hizbullah itulah, Presiden Assad sampai saat ini tetap berkuasa di Suriah. Hizbullah juga siap untuk bertempur di Suriah jika sewaktu-waktu pasukan Assad membutuhkan bantuan.
”Kami berharap (Hzibullah) Libanon akan terbuka dan bersama-sama dengan kita melawan formasi (Israel) ini,” kata wakil kepala biro politik Hamas, Mousa Abu Marzouk, kepada kantor berita RIA Novosti, Rabu (30/7/2014).
”Tidak ada alasan bahwa kelompook perlawanan Libanon tidak bisa berbuat banyak,” desak Marzouk.
Sebelumnya pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, bersumpah membantu Palestina untuk melawan invasi Israel di Gaza.
”Hizbullah dan kelompok perlawanan Libanon akan berdiri dengan pemberontakan dan perlawanan rakyat Palestina, di dalam hati kita, ada kemauan, harapan dan takdir,” ucap Nasrallah, dalam sebuah pidato di Beirut pekan lalu.
Hizbullah pernah terlibat perang dengan Israel pada tahun 2006. Dalam perang itu, baik Hizbullah maupun Israel sama-sama mengklaim sebagai pemenang.
Sebelum bertekad membantu Palestina untuk melawan Israel, Hizbullah diketahui membantu tentara loyalis Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang bertempur melawan pasukan oposisi dan militan asing.
Berkat bantuan Hizbullah itulah, Presiden Assad sampai saat ini tetap berkuasa di Suriah. Hizbullah juga siap untuk bertempur di Suriah jika sewaktu-waktu pasukan Assad membutuhkan bantuan.
(mas)