Coba Lobi Hamas, Abbas Minta Bantuan Prancis
Jum'at, 18 Juli 2014 - 22:22 WIB
Coba Lobi Hamas, Abbas Minta Bantuan Prancis
A
A
A
PARIS - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dikabarkan meminta bantuan Prancis untuk melobi sekutu mereka, Hamas, agar mau melakukan gencatan senajata dengan Israel. Ini merupakan langkah terbaru yang ditempuh Abbas guna menghentikan pertempuran di wilayah Gaza.
Melansir Channel News Asia, Jumat (18/7/2014), kabar mengenai permintaan Abbas tersebut diutarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius. “Abbas ingin Prancis untuk melobi Hamas, agara menerima gencatan senjata,” ucap Fabius.
Menurut Fabius, Presiden Palestina itu tidak hanya meminta bantuan kepada Prancis, tapi Abbas juga meminta bantuan kepada Turki dan Qatar melalui Prancis, agar mau menekan Hamas untuk melaksanakan gencatan senjata.
"Dia (Abbas) juga meminta saya untuk menghubungi orang-orang Turki dan Qatar, di mana kami memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Kedua negara itu dipercaya dapat memberikan pengaruh tertentu pada Hamas," Fabius menambahkan.
“Ada sebuah pengaruh yang diharapkan baik oleh saya ataupun oleh Abbas, yang bisa membuat Hamas luluh dan mau menerima upaya gencatan yang selalu mereka tolak,” ucap Fabius. Ia mengaku akan segera menghubungi para pemimpin Turki dan Qatar.
Hamas memang telah berulang kali menolak proposal gencatan senjata yang diprakarsai oleh Mesir. Hamas berkilah, mereka tidak pernah dilibatkan atau dihubungi secara langsung oleh pemerintah Mesir terkait upaya gencatan senjata ini.
Melansir Channel News Asia, Jumat (18/7/2014), kabar mengenai permintaan Abbas tersebut diutarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius. “Abbas ingin Prancis untuk melobi Hamas, agara menerima gencatan senjata,” ucap Fabius.
Menurut Fabius, Presiden Palestina itu tidak hanya meminta bantuan kepada Prancis, tapi Abbas juga meminta bantuan kepada Turki dan Qatar melalui Prancis, agar mau menekan Hamas untuk melaksanakan gencatan senjata.
"Dia (Abbas) juga meminta saya untuk menghubungi orang-orang Turki dan Qatar, di mana kami memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Kedua negara itu dipercaya dapat memberikan pengaruh tertentu pada Hamas," Fabius menambahkan.
“Ada sebuah pengaruh yang diharapkan baik oleh saya ataupun oleh Abbas, yang bisa membuat Hamas luluh dan mau menerima upaya gencatan yang selalu mereka tolak,” ucap Fabius. Ia mengaku akan segera menghubungi para pemimpin Turki dan Qatar.
Hamas memang telah berulang kali menolak proposal gencatan senjata yang diprakarsai oleh Mesir. Hamas berkilah, mereka tidak pernah dilibatkan atau dihubungi secara langsung oleh pemerintah Mesir terkait upaya gencatan senjata ini.
(esn)