Iran Dituduh Diam-diam Kirim Drone dan Senjata ke Irak
Kamis, 26 Juni 2014 - 14:56 WIB
Iran Dituduh Diam-diam Kirim Drone dan Senjata ke Irak
A
A
A
BAGHDAD - Media Amerika Serikat (AS) melansir laporan yang menyebut, bahwa Iran diam-diam mengerahkan pesawat nirawak atau drone ke Irak. Selain itu, Iran juga dituduh memasok senjata untuk membantu pemerintah Irak dalam memerangi para militan.
Tuduhan itu dilansir New York Times semalam.”Armada kecil drone dikerahkan ke lapangan terbang Al Rashid, di dekat Baghdad,” tulis media AS itu mengutip pejabat AS yang ditulis secara anonim.
Teheran juga dituduh telah menempatkan unit intelijen di lapangan udara untuk mencegat komunikasi elektronik antara militan dan komandan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Drone Iran yang diberi nama drone Ababil dibuat Iran dengan panjang seitar 10 kaki atau sekitar tiga meter. Drone itu mereka gunakan untuk surveilans (mata-mata), tanpa senjata.
Pejabat AS itu juga menyebut sekitar selusin petugas dari paramiliter Pasukan Quds Iran, telah dikirim ke Irak untuk mengarahkan komandan Irak dan membantu memobilisasi milisi Syiah di selatan negara itu. Tuduhan itu juga mengacu kepada Jenderal Iran, Qassem Suleimani yang baru-baru ini melakukan dua perjalanan ke Irak.
Iran juga mengirim dua pesawat setiap hari ke Baghdad dengan masing-masing membawa 70 ton perlatan militer. ”Ini adalah jumlah yang besar,” kata pejabat itu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengaku belum tahu soal laporan itu. “Saya tidak dapat memastikan secara spesifik soal laporan tersebut,” katanya.
Sedangkan pemerintah Iran yang sebelumnya membantah melakukan misi militer di Irak belum berkomentar soal tuduhan bahwa Teheran mengirim drone dan sejata ke Baghdad.
Tuduhan itu dilansir New York Times semalam.”Armada kecil drone dikerahkan ke lapangan terbang Al Rashid, di dekat Baghdad,” tulis media AS itu mengutip pejabat AS yang ditulis secara anonim.
Teheran juga dituduh telah menempatkan unit intelijen di lapangan udara untuk mencegat komunikasi elektronik antara militan dan komandan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Drone Iran yang diberi nama drone Ababil dibuat Iran dengan panjang seitar 10 kaki atau sekitar tiga meter. Drone itu mereka gunakan untuk surveilans (mata-mata), tanpa senjata.
Pejabat AS itu juga menyebut sekitar selusin petugas dari paramiliter Pasukan Quds Iran, telah dikirim ke Irak untuk mengarahkan komandan Irak dan membantu memobilisasi milisi Syiah di selatan negara itu. Tuduhan itu juga mengacu kepada Jenderal Iran, Qassem Suleimani yang baru-baru ini melakukan dua perjalanan ke Irak.
Iran juga mengirim dua pesawat setiap hari ke Baghdad dengan masing-masing membawa 70 ton perlatan militer. ”Ini adalah jumlah yang besar,” kata pejabat itu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengaku belum tahu soal laporan itu. “Saya tidak dapat memastikan secara spesifik soal laporan tersebut,” katanya.
Sedangkan pemerintah Iran yang sebelumnya membantah melakukan misi militer di Irak belum berkomentar soal tuduhan bahwa Teheran mengirim drone dan sejata ke Baghdad.
(mas)