Bertaruh Nyawa, Paus Francis akan Blusukan ke Sarang Mafia
Kamis, 19 Juni 2014 - 17:49 WIB
Bertaruh Nyawa, Paus Francis akan Blusukan ke Sarang Mafia
A
A
A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus (Francis) bersiap melakukan perjalanan ke wilayah Calabria. Kota itu dikenal sebagai sarang mafia narkoba, yang menjadi tempat kelahiran seorang balita yang dibunuh dalam perang kartel narkoba.
Perjalanan Paus Francis ke jantung kota mafia Calabria akan berlangsung Sabtu nanti. Dia akan menghabiskan hari di kota tersebut.
Selama kunjungannya ke Calabria, Paus diharapkan untuk berbicara tentang dua tantangan terbesar di kawasan itu. Yakni soal pengangguran dan kejahatan para mafia.
Pengangguran di kota itu merupakan yang tertinggi di Italia, yakni mencapai 56,1 persen. Kondisi itu membuat para mafia memikat para pemuda yang menganggur untuk bergabung dalam aksi kejahatan.
Paus yang berasal dari Argentina itu telah mengecam organisasi mafia Italia, termasuk Sisilia Cosa Nostra dan Stidda, kelompok mafia yang terkenal kejam. “Uang mereka berlumuran, dan mereka tidak bisa ke surge,” bunyi kecaman Paus yang menyerukan agar para mafia itu bertobat, seperti dikutip Mail Online, Kamis (19/6/2014).
Paus Francis dijadwalkan menghabiskan hari pada kunjungannya Sabtu nanti di desa Castrovillari dan Cassano allo Jonio di Calabria, daerah Italia selatan yang berada di bawah cengkeraman mafia.
Sikap Paus Francis ini dianggap sikap yang berani. Sebab, ketika Paus Yohanes Paulus II menyuarakan ancaman serupa di Sisilia pada tahun 1993, kelompok mafia Cosa Nostra menanggapinya dengan mengebom dua gereja bersejarah di Roma.
Suara lantang dan kritis Paus Francis juga pernah diperingatkann Jaksa Calibria, Nicola Gratteri, pada bulan November 2013, bahwa keselamatan Paus Francis bisa saja terancam. ”Jika para bos mafia bisa menjegalnya, mereka tidak akan ragu-ragu,” kata jaksa Gratteri kala itu.
Perjalanan Paus Francis ke jantung kota mafia Calabria akan berlangsung Sabtu nanti. Dia akan menghabiskan hari di kota tersebut.
Selama kunjungannya ke Calabria, Paus diharapkan untuk berbicara tentang dua tantangan terbesar di kawasan itu. Yakni soal pengangguran dan kejahatan para mafia.
Pengangguran di kota itu merupakan yang tertinggi di Italia, yakni mencapai 56,1 persen. Kondisi itu membuat para mafia memikat para pemuda yang menganggur untuk bergabung dalam aksi kejahatan.
Paus yang berasal dari Argentina itu telah mengecam organisasi mafia Italia, termasuk Sisilia Cosa Nostra dan Stidda, kelompok mafia yang terkenal kejam. “Uang mereka berlumuran, dan mereka tidak bisa ke surge,” bunyi kecaman Paus yang menyerukan agar para mafia itu bertobat, seperti dikutip Mail Online, Kamis (19/6/2014).
Paus Francis dijadwalkan menghabiskan hari pada kunjungannya Sabtu nanti di desa Castrovillari dan Cassano allo Jonio di Calabria, daerah Italia selatan yang berada di bawah cengkeraman mafia.
Sikap Paus Francis ini dianggap sikap yang berani. Sebab, ketika Paus Yohanes Paulus II menyuarakan ancaman serupa di Sisilia pada tahun 1993, kelompok mafia Cosa Nostra menanggapinya dengan mengebom dua gereja bersejarah di Roma.
Suara lantang dan kritis Paus Francis juga pernah diperingatkann Jaksa Calibria, Nicola Gratteri, pada bulan November 2013, bahwa keselamatan Paus Francis bisa saja terancam. ”Jika para bos mafia bisa menjegalnya, mereka tidak akan ragu-ragu,” kata jaksa Gratteri kala itu.
(mas)