Cari Korban Tenggelam, KBRI Kerjasama dengan Polisi Malaysia
Kamis, 19 Juni 2014 - 13:09 WIB
Cari Korban Tenggelam, KBRI Kerjasama dengan Polisi Malaysia
A
A
A
KUALA LUMPUR - Tenggelamnya kapal yang membawa warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Banting, Malaysia, membuat Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur segera mengambil tindakan untuk mencari setidaknya 27 korban yang masih belum ditemukan.
“KBRI Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, khusunya Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Imigrasi, dan Agensi Maritim Malaysia (APMM) untuk terus mencari korban yang belum ditemukan,” ungkap pihak KBRI Kuala Lumpur melalui pernyaatan yang diterima Sindonews, Kamis (19/6/2014).
Dari 97 WNI yang berada di dalam kapal tersebut, 61 orang berhasil selamat dan 9 orang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Menurut pihak KBRI, kapal tersebut tenggelam saat perjalanan menuju pulau Carey menuju Medan, Sumatera Utara.
Pihak KBRI sendiri menyangkan terjadinya insiden ini, karena menurut mereka kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi. “Kejadian semacam ini terjadi beberapa kali dalam setahun, khususnya bila menjelang bulan suci Ramadhan,” tulis pernyataan KBRI tersebut.
Pihak KBRI sendiri saat ini sedang mencari keterangan lengkap mengenai kronologi serta penyebab utama kecelkaan baik dari pihak PDRM maupun dari para WNI yang berhasil menyelamatkan diri dari kecelekaan itu.
“KBRI Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, khusunya Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Imigrasi, dan Agensi Maritim Malaysia (APMM) untuk terus mencari korban yang belum ditemukan,” ungkap pihak KBRI Kuala Lumpur melalui pernyaatan yang diterima Sindonews, Kamis (19/6/2014).
Dari 97 WNI yang berada di dalam kapal tersebut, 61 orang berhasil selamat dan 9 orang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Menurut pihak KBRI, kapal tersebut tenggelam saat perjalanan menuju pulau Carey menuju Medan, Sumatera Utara.
Pihak KBRI sendiri menyangkan terjadinya insiden ini, karena menurut mereka kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi. “Kejadian semacam ini terjadi beberapa kali dalam setahun, khususnya bila menjelang bulan suci Ramadhan,” tulis pernyataan KBRI tersebut.
Pihak KBRI sendiri saat ini sedang mencari keterangan lengkap mengenai kronologi serta penyebab utama kecelkaan baik dari pihak PDRM maupun dari para WNI yang berhasil menyelamatkan diri dari kecelekaan itu.
(esn)