Militan Kian Menggila di Irak, AS Siap Turun Tangan
Kamis, 12 Juni 2014 - 18:30 WIB
Militan Kian Menggila di Irak, AS Siap Turun Tangan
A
A
A
WASHINGTON - Ulah para militan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Irak semakin tidak terkendali. Amerika Serikat (AS) yang diminta pemerintah Irak melakukan agresi, menyatakan siap untuk memberikan bantuan.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, menyatakan negaranya siap memberikan bantuan yang tepat kepada Irak. AS, lanjut Psaki, berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Irak untuk memukul mundur militan ISIL dari wilayah Irak.
“Brett McGurk, wakil asisten menteri luar negeri untuk Irak dan Iran, sudah berada di Irak dan telah bertemu dengan Perdana Menteri, Nuri al-Maliki dan para pejabat tinggi lainnya untuk membahas mengenai hal ini,” kata Psaki, seperti dikutip Xinhua, Kamis (12/6/2014).
"Ancaman terhadap stabilitas Irak sekarang adalah dari ISIL. Anda dapat mengharapkan bahwa kami akan memberikan bantuan tambahan kepada pemerintah Irak untuk memerangi ancaman dari ISIL,” lanjut Psaki.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa aksi militan sudah tidak dapat dikendalikan lagi oleh pemerintah Irak. Mereka tidak hanya merebut Kota Mosul, tapi juga telah merebut Kota Tikrit, kota kelahiran mantan ditaktor Irak, Saddam Hussein.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, menyatakan negaranya siap memberikan bantuan yang tepat kepada Irak. AS, lanjut Psaki, berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Irak untuk memukul mundur militan ISIL dari wilayah Irak.
“Brett McGurk, wakil asisten menteri luar negeri untuk Irak dan Iran, sudah berada di Irak dan telah bertemu dengan Perdana Menteri, Nuri al-Maliki dan para pejabat tinggi lainnya untuk membahas mengenai hal ini,” kata Psaki, seperti dikutip Xinhua, Kamis (12/6/2014).
"Ancaman terhadap stabilitas Irak sekarang adalah dari ISIL. Anda dapat mengharapkan bahwa kami akan memberikan bantuan tambahan kepada pemerintah Irak untuk memerangi ancaman dari ISIL,” lanjut Psaki.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa aksi militan sudah tidak dapat dikendalikan lagi oleh pemerintah Irak. Mereka tidak hanya merebut Kota Mosul, tapi juga telah merebut Kota Tikrit, kota kelahiran mantan ditaktor Irak, Saddam Hussein.
(esn)