Bergantung ke Rusia, Serbia Mustahil Ikut Jatuhkan Sanksi
Selasa, 10 Juni 2014 - 18:59 WIB
Bergantung ke Rusia, Serbia Mustahil Ikut Jatuhkan Sanksi
A
A
A
BELGRADE - Pemerintah Serbia mengaku tidak akan mungkin untuk ikut menjatuhkan sanksi terhadap Rusia seperti yang dilakukan negara-negara Eropa lainnya. Alasannya, Serbia sangat bergantung kepada Rusia soal pasokan energi.
”Mustahil bagi kami untuk ikut memberikan sanksi kepada Rusia. Sulit rasanya untuk membayangkan bahwa Serbia akan memberikan sanksi kepada Rusia,” kata Presiden Serbia,Tomislav Nikolic.
Menurut Nicolic, seperti dilansir Itar-tas, Selasa (10/6/2014), Serbia tidak bisa lepas dari pasokan energi Rusia. Dia memilih mengabaikan kebijakan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.
Negeri yang baru saja dihantan banjir besar itu, juga tidak ingin hubungan baiknya dengan Rusia rusak, gara-gara mengikuti kebijakan Uni Eropa. Terlebih, Rusia baru saja mengirimkan bantuan besar untuk Serbia.
Lantaran lebih pro-Rusia dalam krisis Ukraina, Nicolic memilih mengutus penasihat presiden, Ivan Mrkic, yang sebelumnya menjadi Menteri Luar Negeri Serbia untuk menghadiri acara pelantikan presiden baru Ukraina, Petro Poroshenko.
”Mustahil bagi kami untuk ikut memberikan sanksi kepada Rusia. Sulit rasanya untuk membayangkan bahwa Serbia akan memberikan sanksi kepada Rusia,” kata Presiden Serbia,Tomislav Nikolic.
Menurut Nicolic, seperti dilansir Itar-tas, Selasa (10/6/2014), Serbia tidak bisa lepas dari pasokan energi Rusia. Dia memilih mengabaikan kebijakan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.
Negeri yang baru saja dihantan banjir besar itu, juga tidak ingin hubungan baiknya dengan Rusia rusak, gara-gara mengikuti kebijakan Uni Eropa. Terlebih, Rusia baru saja mengirimkan bantuan besar untuk Serbia.
Lantaran lebih pro-Rusia dalam krisis Ukraina, Nicolic memilih mengutus penasihat presiden, Ivan Mrkic, yang sebelumnya menjadi Menteri Luar Negeri Serbia untuk menghadiri acara pelantikan presiden baru Ukraina, Petro Poroshenko.
(mas)