Serangan Maut di Bandara Pakistan, Dendam Taliban
Senin, 09 Juni 2014 - 16:54 WIB
Serangan Maut di Bandara Pakistan, Dendam Taliban
A
A
A
ISLAMABAD - Kelompok Taliban Pakistan pada Senin (9/6/2014), akhirnya mengklaim sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas serangan di Bandara Internasional Jinnah, Karachi, Pakistan. Taliban menyatakan, serangan itu sebagai balas dendam atas tewasnya mantan pemimpin mereka, Hakimullah Mehsud.
Sebanyak 27 orang tewas, termasuk 10 penyerang dalam insiden besar di salah satu bandara terbesar di Pakistan itu. Serangan dimulai Minggu malam selama lima jam. Namun, militer Pakistan hari ini mengklaim sudah menguasai bandara. (Baca: Bandara Besar di Pakistan Diserang, 23 Orang Tewas)
Dalams serangan mematikan itu, para militan bersenjata menggunakan senapan otomatis, serta peluncur roket dan granat. Mereka menyerbu bandara dan terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan bandara, polisi dan tentara Pakistan.
Reuters melaporkan, bahwa Taliban Pakistan sudah menyatakan serangan besar di bandara itu sebagai aksi balas dendam mereka atas kematian Mehsud pada November 2013 lalu. Mehsud kala itu tewas setelah terkena rudal pesawat tanpa awak militer Amerika Serikat di Pakistan.
”Kami belum membalas dendam atas kematian ratusan perempuan dan anak-anak suku yang tidak bersalah dalam serangan udara Pakistan,” kata juru bicara Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid.
”Ini hanya awal, kami telah melakukan balas dendam untuk satu orang (Mehsud), kita harus membalas dendam atas ratusan (orang),” lanjut Shahid. Dia menepis kemungkinan digelarnya putaran baru perundingan perdamaian dengan pemerintah Pakistan.
Sementara itu, juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa mengatakan, operasi militer di bandara telah berakhir.”Lokasi dibersihkan. Tidak ada kerusakan pada pesawat. Api yang terlihat dalam foto itu bukan api dari pesawat, tapi pada bangunan, sekarang semua sudah padam, dan semua aset utuh.” (Baca juga: Militer Kuasai Bandara, Korban Tewas Jadi 26 Orang)
Sebanyak 27 orang tewas, termasuk 10 penyerang dalam insiden besar di salah satu bandara terbesar di Pakistan itu. Serangan dimulai Minggu malam selama lima jam. Namun, militer Pakistan hari ini mengklaim sudah menguasai bandara. (Baca: Bandara Besar di Pakistan Diserang, 23 Orang Tewas)
Dalams serangan mematikan itu, para militan bersenjata menggunakan senapan otomatis, serta peluncur roket dan granat. Mereka menyerbu bandara dan terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan bandara, polisi dan tentara Pakistan.
Reuters melaporkan, bahwa Taliban Pakistan sudah menyatakan serangan besar di bandara itu sebagai aksi balas dendam mereka atas kematian Mehsud pada November 2013 lalu. Mehsud kala itu tewas setelah terkena rudal pesawat tanpa awak militer Amerika Serikat di Pakistan.
”Kami belum membalas dendam atas kematian ratusan perempuan dan anak-anak suku yang tidak bersalah dalam serangan udara Pakistan,” kata juru bicara Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid.
”Ini hanya awal, kami telah melakukan balas dendam untuk satu orang (Mehsud), kita harus membalas dendam atas ratusan (orang),” lanjut Shahid. Dia menepis kemungkinan digelarnya putaran baru perundingan perdamaian dengan pemerintah Pakistan.
Sementara itu, juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa mengatakan, operasi militer di bandara telah berakhir.”Lokasi dibersihkan. Tidak ada kerusakan pada pesawat. Api yang terlihat dalam foto itu bukan api dari pesawat, tapi pada bangunan, sekarang semua sudah padam, dan semua aset utuh.” (Baca juga: Militer Kuasai Bandara, Korban Tewas Jadi 26 Orang)
(mas)