Militer Pakistan Kuasai Bandara, Korban Tewas Jadi 26 Orang
Senin, 09 Juni 2014 - 12:28 WIB
Militer Pakistan Kuasai Bandara, Korban Tewas Jadi 26 Orang
A
A
A
ISLAMABAD - Serangan di Bandara Internasinal Jinnah, Karachi, Pakistan pada Minggu malam, berlangsung hingga lima jam. Korban tewas yang semula dilaporkan sebanyak 23 orang pada Senin (9/6/2014) kini telah bertambah jadi 26 orang.
Para korban tewas, termasuk 10 pria penyerang, yang mengenakan seragam militer. Pada Senin pagi, militer Pakistan mengklaim telah menguasai bandara tersebut dan situasi sudah aman. (Baca: Bandara Besar di Pakistan Diserang, 23 Orang Tewas)
”Sepuluh militan berusia antara 20 dan 25 telah dibunuh oleh pasukan keamanan,” bunyi pernyataan militer Pakistan. Menurut militer Pakistan, para penyerang berasal dari etnis Uzbekistan, berbeda dengan kecurigaan semula yang mengarah kepada Taliban Pakistan.
Serangan terjadi, di saat pemerintahan Perdana Menteri Nawaz Sharif mencoba untuk melibatkan militan Taliban Pakistan dalam negosiasi untuk mengakhiri pertempuran. ”(Para penyerang) terpojok pada dua area, dan sudah dilumpuhkan,” tulis surat kabar Dawn, mengutip juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa.
Meskipun militer menyatakan, pelaku penyerangan dari etnis Uzbekistan, namun hingga kini belum ada klaim dari pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan itu. Sejumlah foto yang dirilis media setempat menunjukkan salah satu bandara terbesar di Pakistan luluh lantak dengan kobaran api dan kepulan asap.
Para korban tewas, termasuk 10 pria penyerang, yang mengenakan seragam militer. Pada Senin pagi, militer Pakistan mengklaim telah menguasai bandara tersebut dan situasi sudah aman. (Baca: Bandara Besar di Pakistan Diserang, 23 Orang Tewas)
”Sepuluh militan berusia antara 20 dan 25 telah dibunuh oleh pasukan keamanan,” bunyi pernyataan militer Pakistan. Menurut militer Pakistan, para penyerang berasal dari etnis Uzbekistan, berbeda dengan kecurigaan semula yang mengarah kepada Taliban Pakistan.
Serangan terjadi, di saat pemerintahan Perdana Menteri Nawaz Sharif mencoba untuk melibatkan militan Taliban Pakistan dalam negosiasi untuk mengakhiri pertempuran. ”(Para penyerang) terpojok pada dua area, dan sudah dilumpuhkan,” tulis surat kabar Dawn, mengutip juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa.
Meskipun militer menyatakan, pelaku penyerangan dari etnis Uzbekistan, namun hingga kini belum ada klaim dari pihak atau kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan itu. Sejumlah foto yang dirilis media setempat menunjukkan salah satu bandara terbesar di Pakistan luluh lantak dengan kobaran api dan kepulan asap.
(mas)