Palestina: Dunia Internasional Akui Pemerintahan Kami
Rabu, 04 Juni 2014 - 18:38 WIB
Palestina: Dunia Internasional Akui Pemerintahan Kami
A
A
A
RAMALLAH - Konsesus dunia internasional dalam mendukung pemerintahan persatuan Palestina adalah bentuk pengakuan penuh terhadap hak-hak nasional rakyat Palestina, papar Nabil Abu Rdineh, juru bicara kepresidenan Palestina.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (4/6/2014), Rdineh menyatakan Eropa, Rusia, Cina, dan semua negara Arab serta negara-negara sahabat lainnya telah menyambut baik pembentukan pemerintah persatuan Palestina.
"Kesepakatan ini merupakan pengakuan penuh hak-hak hukum rakyat Palestina dan negara Palestina merdeka di wilayah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya," ungkap Rdineh.
Dia juga menyatakan, Israel harusnya turut mengakui Palestina, dan mengambalikan hak-hak rakyat Palestina. “Israel harus memahami, seluruh dunia menolak kebijakan mereka. Sudah saatnya Israel mengakui hak-hak bersejarah dan legal rakyat Palestina," Rdineh menambahkan.
Israel sendiri tetap bersikeras untuk menolak pemerintahan baru Palestina. Mereka menyangkal sikap beberapa negara yang mengakui pemerintahan tersebut, termasuk salah satu sekutu mereka, Amerika Serikat.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (4/6/2014), Rdineh menyatakan Eropa, Rusia, Cina, dan semua negara Arab serta negara-negara sahabat lainnya telah menyambut baik pembentukan pemerintah persatuan Palestina.
"Kesepakatan ini merupakan pengakuan penuh hak-hak hukum rakyat Palestina dan negara Palestina merdeka di wilayah yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya," ungkap Rdineh.
Dia juga menyatakan, Israel harusnya turut mengakui Palestina, dan mengambalikan hak-hak rakyat Palestina. “Israel harus memahami, seluruh dunia menolak kebijakan mereka. Sudah saatnya Israel mengakui hak-hak bersejarah dan legal rakyat Palestina," Rdineh menambahkan.
Israel sendiri tetap bersikeras untuk menolak pemerintahan baru Palestina. Mereka menyangkal sikap beberapa negara yang mengakui pemerintahan tersebut, termasuk salah satu sekutu mereka, Amerika Serikat.
(esn)