Frustasi dan Tertekan, Alasan Rogers Lakukan Pembunuhan
Senin, 26 Mei 2014 - 20:47 WIB
Frustasi dan Tertekan, Alasan Rogers Lakukan Pembunuhan
A
A
A
CALIFORNIA - CALIFORNIA - Nama Elliot Rogers mendadak menjadi sorotan dunia internasional. Anak dari sutradra Hunger Games menjadi terkenal paska dirinya melakukan penembakan sadis di dekat kampus di California pekan lalu.
Paska melakukan penembakan, dirinya lantas melakukan aksi bunuh diri. Dia ditemukan tewas di Isla Vista, tak jauh dari kampus University of California di Santa Barbara. Tiga korban ditemukan tewas di apatemenya, sementara tiga lainnya di dekat Universitas California.
Seperti dilansir Daily Mail, Senin (26/5/2014), menurut pengakuan teman-temannya, semasa hidupnya Rogers kurang bisa bersosialiasi dengan sekitarnya. Dia juga menggambarkan sosok Rogers sebagai sosok yang aneh.
Sebelum melakukan aksi sadisnya, Rogers dikabarkan mengunggah sebuah rekaman video yang berisi curahan hatinya. Dalam video tersebut Rogers mengaku frutasi atas kesendiriannya dan ia merasa ingin mengamuk karena merasa tertekan.
Dalam video berdurasi tujuh menit yang tampaknya dipersiapkan dengan baik itu, Rogers menceritakan rasa frustasi dan kesepian yang dirasakannya. “Gadis-gadis tidak pernah tertarik pada saya” ucapnya. Belum diketahui dari mana Rogers mendapatkan senjata api tersebut.
Namun, melihat kekayaan yang dimiliki oleh ayahnya rasanya tak sulit bagi seorang Rogers untuk membeli senjata api di pasar gelap.
Ayah Rogers adalah Peter Rodger, yang tidak lain merupakan asisten sutradara salah satu film terlaris tahun lalu “Hunger Games”. Ayah Rogers sedih sudah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bahwa memang anaknya lah yang bertanggung jawab atas insiden itu.
Menurut teman Rogers, kedua korban, Weihan Wang (20) dan Cheng Yuan Hong (20) berencana untuk pindah setelah semester ini berakhir. Mereka sudah mulai merasa tidak nyaman atas tingkah Rogers yang dirasa cukup aneh.
Menurut beberapa laporan, Rogers merasa frustasi karena hingga menginjak usia 22 tahun ia belum pernah sekalipun memiliki kekasih. Kesendirinya itulah yang menurut beberapa pihak membuat dirinya tertekan dan akhirnya melakukan tindakan sadis tersebut.
Hingga saat ini pihak kepolisian Santa Barbara County masih melakukan penyelidikan terhadap insiden berdarah ini, Presiden University of California yang juga mantan menteri dalam negeri AS Janet Napolitano mengatakan bahwa insiden ini hampir tidak mungkin dicegah dan hampir tidak mungkin diprediksi sebelumnya.
Paska melakukan penembakan, dirinya lantas melakukan aksi bunuh diri. Dia ditemukan tewas di Isla Vista, tak jauh dari kampus University of California di Santa Barbara. Tiga korban ditemukan tewas di apatemenya, sementara tiga lainnya di dekat Universitas California.
Seperti dilansir Daily Mail, Senin (26/5/2014), menurut pengakuan teman-temannya, semasa hidupnya Rogers kurang bisa bersosialiasi dengan sekitarnya. Dia juga menggambarkan sosok Rogers sebagai sosok yang aneh.
Sebelum melakukan aksi sadisnya, Rogers dikabarkan mengunggah sebuah rekaman video yang berisi curahan hatinya. Dalam video tersebut Rogers mengaku frutasi atas kesendiriannya dan ia merasa ingin mengamuk karena merasa tertekan.
Dalam video berdurasi tujuh menit yang tampaknya dipersiapkan dengan baik itu, Rogers menceritakan rasa frustasi dan kesepian yang dirasakannya. “Gadis-gadis tidak pernah tertarik pada saya” ucapnya. Belum diketahui dari mana Rogers mendapatkan senjata api tersebut.
Namun, melihat kekayaan yang dimiliki oleh ayahnya rasanya tak sulit bagi seorang Rogers untuk membeli senjata api di pasar gelap.
Ayah Rogers adalah Peter Rodger, yang tidak lain merupakan asisten sutradara salah satu film terlaris tahun lalu “Hunger Games”. Ayah Rogers sedih sudah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bahwa memang anaknya lah yang bertanggung jawab atas insiden itu.
Menurut teman Rogers, kedua korban, Weihan Wang (20) dan Cheng Yuan Hong (20) berencana untuk pindah setelah semester ini berakhir. Mereka sudah mulai merasa tidak nyaman atas tingkah Rogers yang dirasa cukup aneh.
Menurut beberapa laporan, Rogers merasa frustasi karena hingga menginjak usia 22 tahun ia belum pernah sekalipun memiliki kekasih. Kesendirinya itulah yang menurut beberapa pihak membuat dirinya tertekan dan akhirnya melakukan tindakan sadis tersebut.
Hingga saat ini pihak kepolisian Santa Barbara County masih melakukan penyelidikan terhadap insiden berdarah ini, Presiden University of California yang juga mantan menteri dalam negeri AS Janet Napolitano mengatakan bahwa insiden ini hampir tidak mungkin dicegah dan hampir tidak mungkin diprediksi sebelumnya.
(esn)