Dilema Hadapi Demonstran, Tentara Bangkok Menangis

Senin, 26 Mei 2014 - 10:53 WIB
Dilema Hadapi Demonstran,...
Dilema Hadapi Demonstran, Tentara Bangkok Menangis
A A A
BANGKOK – Pemandangan mengharukan muncul di Bangkok, ketika para tentara yang jadi bagian dari kudeta militer tidak tega menghadapi para demonstran yang merupakan saudara sebangsa.

Meski diberi wewenang untuk menindak keras demonstran yang keterlaluan, para tentara tersebut tetap tidak bergeming, seperti “patung”. Bahkan beberapa tentara sampai meneteskan air mata, ketika mereka diteriaki para demonstran di depan muka mereka sendiri.

“Keluar!”, teriak para demonstran di Bangkok yang menentang kudeta militer. Amarah para demonstran wajar, sebab sejak terjadi kudeta militer, publik Thailand seperti dibungkam. Media disensor ketat, demonstrasi dilarang, jam malam diberlakukan dan gerak-gerik warga dibatasi.

Setidaknya, ada 18 editor surat kabar dipanggil oleh militer dalam rangka membatasi kritik media. Langkah itu juga untuk mencegah kubu oposisi Thailand mengusik kekuasaan militer yang mengambil alih pemerintahan di negeri Gajah Putih itu.

Para tentara seperti tidak tega untuk menghadapi saudara sebangsanya yang berdemo di hadapan mereka. Sebagai tindakan meredam gejolak demonstrasi, para tentara menyanyikan lagu-lagu patriotik.

Para tentara juga tidak percaya diri untuk menindak demonstran ketika mereka memblokade restoran cepat saji di Bangkok. Para tentara justru terlihat gelisah. Salah satu tentara muda, tertangkap kamera meneteskan air mata, ketika demonstran beteriak keras di depan wajahnya.

”Kita harus terus memprotes untuk menunjukkan perlawanan kita terhadap kudeta,” kata seorang demonstran kepada Associated Press.”Kami tidak memiliki pemimpin. Kami menentang kudeta dan kami datang karena kami ingin,” kata demonstran itu yang berbicara dalam kondisi anonim.

Meski demonstrasi terus berlanjut, pemimpin kudeta militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha tetap dilantik hari ini (26/5/2014). Pihak militer mengklaim militer sudah mendapat restu dari Raja Thailand untuk memimpin negara itu di saat kondisi politik kacau.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
14 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved