Al-Qaeda Mengamuk di Yaman, 27 Orang Terbunuh
Sabtu, 24 Mei 2014 - 15:14 WIB
Al-Qaeda Mengamuk di Yaman, 27 Orang Terbunuh
A
A
A
ADEN - Sedikitnya 27 orang terbunuh, setelah puluhan militan al-Qaeda mengamuk dengan menyerang gedung-gedung pemerintah dan pos-pos militer di Seyon, Yaman, semalam.
Kantor-kantor polisi dan bank-bank juga menjadi target serangan kelompok radikal tersebut. Penduduk setempat mengatakan, para militan itu sempat menduduki gedung-gedung pemerintah semalaman, sebelum akhirnya meninggalkan gedung-gedung itu di pagi hari.
Al Qaeda, selama ini kerap melakukan serangan bersenjata dan terlibat bentrok dengan tentara Yaman. Militan al-Qaeda tidak gentar untuk beraksi, meskipun miter Amerika Serikat (AS) terus meluncurkan operasi serangan pesawat tanpa awak atau drone ke basis-basis mereka.
Pejabat setempat mengatakan, para militan tiba dengan 15 truk pickup dari daerah gurun, di luar wilayah Seyoun. Mereka kemudian menyerang secara brutal gedung-gedung pemerintah setempat.
”Mereka ingin merebut kota itu dan mengendalikannya,” kata pejabat Yaman yang berbicara kepada Reuters, Sabtu (24/5/2014), dalam kondisi anonim, karena takut jiwanya terancam.
Menurut pejabat itu para militan setidaknya membawa 20 jenazah korban. Namun, dia juga melihat lima aparat keamanan dan dua tentara tewas dalam baku tembak.
Kantor-kantor polisi dan bank-bank juga menjadi target serangan kelompok radikal tersebut. Penduduk setempat mengatakan, para militan itu sempat menduduki gedung-gedung pemerintah semalaman, sebelum akhirnya meninggalkan gedung-gedung itu di pagi hari.
Al Qaeda, selama ini kerap melakukan serangan bersenjata dan terlibat bentrok dengan tentara Yaman. Militan al-Qaeda tidak gentar untuk beraksi, meskipun miter Amerika Serikat (AS) terus meluncurkan operasi serangan pesawat tanpa awak atau drone ke basis-basis mereka.
Pejabat setempat mengatakan, para militan tiba dengan 15 truk pickup dari daerah gurun, di luar wilayah Seyoun. Mereka kemudian menyerang secara brutal gedung-gedung pemerintah setempat.
”Mereka ingin merebut kota itu dan mengendalikannya,” kata pejabat Yaman yang berbicara kepada Reuters, Sabtu (24/5/2014), dalam kondisi anonim, karena takut jiwanya terancam.
Menurut pejabat itu para militan setidaknya membawa 20 jenazah korban. Namun, dia juga melihat lima aparat keamanan dan dua tentara tewas dalam baku tembak.
(mas)