Anti-Amerika, tapi Presiden Venezuela Gemari Twitter
Sabtu, 24 Mei 2014 - 10:26 WIB
Anti-Amerika, tapi Presiden Venezuela Gemari Twitter
A
A
A
CARACAS - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang selama ini vokal menentang Amerika Serikat (AS) ternyata menggemari situs media sosial AS, yakni Twitter. Akun Twitter-nya sudah memiliki 2 juta pengikut atau follower.
Meski mengklaim populer di dunia maya, Maduro dianggap masih kalah populer dan kalah kharismatik dari pendahulunya, Hugo Chavez. ”Hari ini mencapai 2 juta pengikut di Twitter saya yang sudah aktif selama hampir setahun!” seru dia saat pidato di depan mahasiswa di Caracas.
Maduro, seperti halnya Chavez, oleh sebagian publik di negaranya dianggap salah mengartikan sistem sosialis, dan dia justru disebut agen dari sistem kapitalis. Bahkan sejumlah media menjuluki Venezuela sebagai negara sosialis gadungan.
Baik Maduro maupun Chavez terbukti menggemari media sosial Twitter yang berbasis di AS itu. Akun Twitter Maduro adalah @NicolasMaduro. Jika Maduro memiliki 2 juta pengikut di Twitter, Chavez justru memiliki pengikut lebih banyak di Twitter, yakni mencapai 4 juta pengikut.
Maduro mengklaim menggunakan Twitter untuk mengungkapkan hal-hal yang benar di negaranya kepada orang-orang yang memusuhi ideologi sosialis di Venezuela, terutama dari kalangan warga AS.
“Dari 2 juta (pengikut), 30 persennya adalah orang-orang AS. Setiap hari, pesan saya menjangkau mereka. Saya berterima kasih kepada semua pengikut alat komunikasi ini, untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Venezuela,” katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/5/2014).
Caracas dan Washington dalam tiga bulan terakhir bersitegang. Pemerintah Maduro menuduh Washington berada di belakang protes jalanan besar-besaran di Venezuela.
Meski mengklaim populer di dunia maya, Maduro dianggap masih kalah populer dan kalah kharismatik dari pendahulunya, Hugo Chavez. ”Hari ini mencapai 2 juta pengikut di Twitter saya yang sudah aktif selama hampir setahun!” seru dia saat pidato di depan mahasiswa di Caracas.
Maduro, seperti halnya Chavez, oleh sebagian publik di negaranya dianggap salah mengartikan sistem sosialis, dan dia justru disebut agen dari sistem kapitalis. Bahkan sejumlah media menjuluki Venezuela sebagai negara sosialis gadungan.
Baik Maduro maupun Chavez terbukti menggemari media sosial Twitter yang berbasis di AS itu. Akun Twitter Maduro adalah @NicolasMaduro. Jika Maduro memiliki 2 juta pengikut di Twitter, Chavez justru memiliki pengikut lebih banyak di Twitter, yakni mencapai 4 juta pengikut.
Maduro mengklaim menggunakan Twitter untuk mengungkapkan hal-hal yang benar di negaranya kepada orang-orang yang memusuhi ideologi sosialis di Venezuela, terutama dari kalangan warga AS.
“Dari 2 juta (pengikut), 30 persennya adalah orang-orang AS. Setiap hari, pesan saya menjangkau mereka. Saya berterima kasih kepada semua pengikut alat komunikasi ini, untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Venezuela,” katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/5/2014).
Caracas dan Washington dalam tiga bulan terakhir bersitegang. Pemerintah Maduro menuduh Washington berada di belakang protes jalanan besar-besaran di Venezuela.
(mas)