Iran Bantah Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang di Suriah
Rabu, 21 Mei 2014 - 17:46 WIB
Iran Bantah Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang di Suriah
A
A
A
TEHERAN-Pemerintah Iran, pada Rabu (21/5/2014) membantah laporan media Amerika Serikat yang menyebut Garda Revolusi Iran merekrut pengungsi Afghanistan untuk berperang di Suriah membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad.
Media Amerika Serikat, Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip tokoh Afghanistan dan para pejabat Barat, melaporkan bahwa pasukan Garda Revolusi Iran merekrut pengungsi Afghanistan untuk berperang di Suriah. Sebagai imbalannya, para pengungsi dibayar uang bulanan sebesar USD500.
“Klaim media Amerika Serikat sama sekali tidak berdasar dan bertujuan untuk merusak reputasi Iran di Afghanistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, dalam sebuah pernyatan yang dilansir kantor berita ISNA.
”Ini merupakan penghinaan bagi rakyat Afghanistan dan Wall Street Journal perlu meminta maaf kepada mereka,” ujar Afkham. Dalam laporannya WSJ telah mengkonfirmasi pengungsi Afghanistan di Iran dan ulama Afghanistan. (Baca: Iran Dituduh Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang di Suriah)
Menurut laporan WSJ, para pengungsi Afghanistan di Iran direkrut untuk perang di Suriah guna mengurangi korban di kalangan personel Garda Revolusi Iran dan milisi Hizbullah Libanon.
Iran sebenarnya sejak awal membantah, bahwa mereka mengerahkan militer untuk membela sekutunya, Bashar al-Assad. Iran hanya mendukung agar Suriah terbebas dari militan-militan asing yang menghancurkan negara itu, seperti kelompok al-Qaeda dan afiliasinya.
Media Amerika Serikat, Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip tokoh Afghanistan dan para pejabat Barat, melaporkan bahwa pasukan Garda Revolusi Iran merekrut pengungsi Afghanistan untuk berperang di Suriah. Sebagai imbalannya, para pengungsi dibayar uang bulanan sebesar USD500.
“Klaim media Amerika Serikat sama sekali tidak berdasar dan bertujuan untuk merusak reputasi Iran di Afghanistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, dalam sebuah pernyatan yang dilansir kantor berita ISNA.
”Ini merupakan penghinaan bagi rakyat Afghanistan dan Wall Street Journal perlu meminta maaf kepada mereka,” ujar Afkham. Dalam laporannya WSJ telah mengkonfirmasi pengungsi Afghanistan di Iran dan ulama Afghanistan. (Baca: Iran Dituduh Rekrut Pengungsi Afghanistan untuk Perang di Suriah)
Menurut laporan WSJ, para pengungsi Afghanistan di Iran direkrut untuk perang di Suriah guna mengurangi korban di kalangan personel Garda Revolusi Iran dan milisi Hizbullah Libanon.
Iran sebenarnya sejak awal membantah, bahwa mereka mengerahkan militer untuk membela sekutunya, Bashar al-Assad. Iran hanya mendukung agar Suriah terbebas dari militan-militan asing yang menghancurkan negara itu, seperti kelompok al-Qaeda dan afiliasinya.
(mas)