Kunjungi area tragedi tambang, pejabat Turki tendang warga
Jum'at, 16 Mei 2014 - 20:53 WIB
Kunjungi area tragedi tambang, pejabat Turki tendang warga
A
A
A
Sindonews.com - Kemarahan rakyat Turki memuncak setelah tragedi ledakan tambang batu bara di Soma, Manisa, yang menewaskan ratusan pekerja. Seorang penasihat Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan, tak luput dari sasaran warga yang berdemo.
Yusuf Yerkel menjadi sasaran protes mayarakat Turki yang marah, setelah Erdogandianggap terlalu meremehkan tragedi yang merenggut ratusan orang itu. Namun, Yerkel justru membalasnya dengan menendang warga yang mendemonya. Surat kabar Turki, Cumhuriyet, melansir sejumlah foto, ketika pejabat itu menendang warganya.
Warga yang ditendang penasihat Erdogan tampak tersungkur ke jalan. Sementara itu, beberapa polisi bergegas mencoba untuk menolong warga itu. Kantor berita AP pada Jumat (16/5/2014) melaporkan, Yerkel yang mengunjungi lokasi ledakan tambang bertindak kasar, ketika dia didemo warga.
Erdogan sendiri telah membuat pernyataan yang memicu kemarahan rakyatnya. Dia menyebut kecelakaan tambang itu sebagai hal biasa, yang juga terjadi di banyak negara lain. Dia mencontohkan, kecelakaan tambang kerap terjadi di Inggris pada abad ke-19.
Erdogan, yang saat ini diprediksi akan maju dalam pemilu presiden TurkiAgustus 2014 sejatinya juga sempat menjadi sasaran amukan warganya. Saat berkunjung ke lokasi ledakan tambang, mobilnya ditendang sejumlah warga. Dia pun berlari ke sebuah toko untuk mencari tempat perlindungan.
Dari 787 pekerja tambang, lebih dari 200 dinyatakan tewas ketika ledaka besar terjadi. Selain itu, ratusan lainnya masih belum jelas nasibnya. Menteri Energi Turki, Taner Yildiz mengatakan, upaya penyelamatan masih fokus pada dua titik di area pertambangan.
”Kami percaya bahwa kita masih memiliki saudara di dua titik, di mana kita masih belum mampu menjangkaunya,” kata Yildiz. Dia menolak menyebut, para pekerja yang belum ditemukan sudah tewas.
Yusuf Yerkel menjadi sasaran protes mayarakat Turki yang marah, setelah Erdogandianggap terlalu meremehkan tragedi yang merenggut ratusan orang itu. Namun, Yerkel justru membalasnya dengan menendang warga yang mendemonya. Surat kabar Turki, Cumhuriyet, melansir sejumlah foto, ketika pejabat itu menendang warganya.
Warga yang ditendang penasihat Erdogan tampak tersungkur ke jalan. Sementara itu, beberapa polisi bergegas mencoba untuk menolong warga itu. Kantor berita AP pada Jumat (16/5/2014) melaporkan, Yerkel yang mengunjungi lokasi ledakan tambang bertindak kasar, ketika dia didemo warga.
Erdogan sendiri telah membuat pernyataan yang memicu kemarahan rakyatnya. Dia menyebut kecelakaan tambang itu sebagai hal biasa, yang juga terjadi di banyak negara lain. Dia mencontohkan, kecelakaan tambang kerap terjadi di Inggris pada abad ke-19.
Erdogan, yang saat ini diprediksi akan maju dalam pemilu presiden TurkiAgustus 2014 sejatinya juga sempat menjadi sasaran amukan warganya. Saat berkunjung ke lokasi ledakan tambang, mobilnya ditendang sejumlah warga. Dia pun berlari ke sebuah toko untuk mencari tempat perlindungan.
Dari 787 pekerja tambang, lebih dari 200 dinyatakan tewas ketika ledaka besar terjadi. Selain itu, ratusan lainnya masih belum jelas nasibnya. Menteri Energi Turki, Taner Yildiz mengatakan, upaya penyelamatan masih fokus pada dua titik di area pertambangan.
”Kami percaya bahwa kita masih memiliki saudara di dua titik, di mana kita masih belum mampu menjangkaunya,” kata Yildiz. Dia menolak menyebut, para pekerja yang belum ditemukan sudah tewas.
(mas)