AS sesalkan respon lambat Nigeria terkait penculikan ratusan siswi
Jum'at, 16 Mei 2014 - 09:53 WIB
AS sesalkan respon lambat Nigeria terkait penculikan ratusan siswi
A
A
A
Sindonews.com – Para pejabat Amerika Serikat (AS) menyayangkan respon lambat yang ditunjukan oleh pemerintah Nigeria terkait penculikan ratusan sisiwi oleh militan Boko Haram. AS mengkritik pendekatan yang dilakukan pemerintah Nigeria dalam kasus ini.
Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/5/2014), Senator Demokrat Robert Menendez, yang memimpin Komite Senat Hubungan Luar Negeri, mengatakan, Nigeria menunjukan respon yang salah dalam menangani krisis ini.
"Saya telah meminta Presiden (Goodluck) Jonathan untuk menunjukkan ketegasan dalam memipin negaranya," ungkap Menendez. Sementara itu, Pentagon mengkritik Nigeria karena gagal untuk bereaksi cepat atas munculnya gerakan Boko Haram, yang telah disalahkan atas ribuan kematian sejak 2009.
"Kita tidak bisa mengabaikan, bahwa Nigeria bisa menjadi mitra yang mampu memberikan tantangan kepada kita. Dalam menghadapi ancaman ini, pasukan keamanan Nigeria lambat beradaptasi dengan strategi dan taktik baru yang dijalankan oleh pihak militan," ungkap Direktu Utama Departemen Pertahan AS urusan Afrika, Aliice Friends.
AS sendiri telah mengirimkan bantuan kepada Nigeria berupa pengiriman aset dan ahli-ahli mereka untuk memberikan masukan dalam melalukan pencarian dan penyelamatan ratusan sisiwi yang diculik Boko Haram.
Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (16/5/2014), Senator Demokrat Robert Menendez, yang memimpin Komite Senat Hubungan Luar Negeri, mengatakan, Nigeria menunjukan respon yang salah dalam menangani krisis ini.
"Saya telah meminta Presiden (Goodluck) Jonathan untuk menunjukkan ketegasan dalam memipin negaranya," ungkap Menendez. Sementara itu, Pentagon mengkritik Nigeria karena gagal untuk bereaksi cepat atas munculnya gerakan Boko Haram, yang telah disalahkan atas ribuan kematian sejak 2009.
"Kita tidak bisa mengabaikan, bahwa Nigeria bisa menjadi mitra yang mampu memberikan tantangan kepada kita. Dalam menghadapi ancaman ini, pasukan keamanan Nigeria lambat beradaptasi dengan strategi dan taktik baru yang dijalankan oleh pihak militan," ungkap Direktu Utama Departemen Pertahan AS urusan Afrika, Aliice Friends.
AS sendiri telah mengirimkan bantuan kepada Nigeria berupa pengiriman aset dan ahli-ahli mereka untuk memberikan masukan dalam melalukan pencarian dan penyelamatan ratusan sisiwi yang diculik Boko Haram.
(esn)