Maut mengintai pembocor sarang Osama, AS lepas tangan

Senin, 12 Mei 2014 - 14:15 WIB
Maut mengintai pembocor...
Maut mengintai pembocor sarang Osama, AS lepas tangan
A A A
Sindonews.com – Malang benar nasib Shakil Afridi, dokter Pakistan yang membantu Amerika Serikat (AS) membocorkan tempat persembunyian Osama bin Laden. Dia kini tidak memiliki pengacara untuk membela kasusnya.

Pengacara yang semula menangani kasus Afridi memilih mundur. Sebab, baik Afridi maupun pengacara yang membalanya diancam para militan. Parahnya, AS lepas tangan dan tidak memberikan perlindungan maupun pengacara untuk melindungi Afridi dan keluarganya.

Afridi dipenjara, setelah dituduh menjalankan program vakinasi palsu dengan menyusuri wilayah Pakistan yang sebenarnya melacak jejak pendiri al-Qaeda itu. Belakangan, dia dikenai tuduhan lain, yakni membunuh seorang bocah. (Baca: Dokter pengendus jejak Osama bin Laden didakwa bunuh bocah)

Sang pengacara, Samiullah Khan, mengatakan, dia terpaksa mengambil keputusan untuk mundur dalam membela Afridi karena nyawanya terancam. Dia mengkritik AS yang harusnya bertanggung jawab untuk membela Afridi karena telah dibantu dalam menemukan Osama bin Laden.

Semula Khan suka rela menangani kasus Afridi dengan alasan kemanusiaan. Namun, dia berubah pikiran setelah para militan mengancam keselamatannya. ”Sekarang mereka (militan) telah memperingatkan (pengacara) saya untuk berhenti menangani kasus saya atau siap untuk menghadapi konsekuensi yang mengerikan,” kata Afridi kepada Associated Press, Senin (12/5/2014). ”Saya dan keluarga saya berada di bawah ancaman berat.”

Pengacara itu juga kecewa dengan AS yang tidak menekan Pakistan agar membebaskan Afridi dan memberikan perlindungan. Para pejabat di Kedutaan Besar AS di Islamabad, tidak bisa untuk segera menanggapi laporan itu untuk mengambil sikap.

Shakil Afridi awalnya dihukum 33 tahun penjara pada Mei 2012, setelah dinyatakan bersalah memberikan uang dan merawat para militan di wilayah suku Khyber. Tapi tuduhan itu dibantah keluarga dan para militan. Dia justru diyakini jadi target pemerintah Pakistan yang menjalankan program vaksinasi untuk melacak jejak Osama bin Laden di Kota Abbotabad.

Terlebih para militan menganggap Afridi sebagai pengkhianat yang membantu AS untuk memburu Osama. Afridi melalui mantan pengacaranya sejatinya sudah membantah tuduhan para militan. Ironisnya, seorang anggota parlemen AS justru mengkonfirmasi bahwa perburuan Osama tak lepas dari jasa Afridi. AS sendiri pernah mengklaim telah menggunakan kekuatan diplomatik untuk membebaskan Afridi, namun usaha itu tidak pernah terbukti berhasil.
(mas)
Berita Terkait
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Habisi Pemimpin Senior Al-Qaeda
AS Tawarkan Imbalan...
AS Tawarkan Imbalan Rp58 M untuk Petinggi Al-Qaeda
Laporan PBB Sebut Pemimpin...
Laporan PBB Sebut Pemimpin Al-Qaeda di Yaman Telah Ditahan
Mobil Hantam Bom Rakitan,...
Mobil Hantam Bom Rakitan, Dua Tentara Prancis Tewas
Prancis Berhasil Habisi...
Prancis Berhasil Habisi Pemimpin Al-Qaeda Afrika Utara
6 Perbedaan Antara ISIS...
6 Perbedaan Antara ISIS dan Al-Qaeda
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
47 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved