Bidik AS, Korut ancam uji coba nukir tiap tahun
Kamis, 08 Mei 2014 - 09:50 WIB
Bidik AS, Korut ancam uji coba nukir tiap tahun
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Utara (Korut) mengancam akan melakukan uji coba nuklir dan rudal setiap tahun untuk membela diri dari ancaman Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Ancaman itu disampaikan Wakil Duta Besar Korut untuk Pbb, Ri Tong-il.
“Peluncuran rudal dan uji coba nuklir untuk kepentingan membela diri akan menjadi (agenda) tahunan,” katanya dalam sebuah pidato di forum Dewan Keamanan PBB.
Ri Tong-il, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/5/2014) menuduh Amerika Serikat yang memprovokasi ketegangan dan membuat Korut perlu meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya. Dia bahkan terang-terangan, bahwa negaranya menargetkan Amerika Serikat dengan senjata nuklirnya.
Ancaman Korut itu menjadi bahan perdebatan sengit di forum Dewan Kemanan PBB. Menteri Luar Negeri Korsel, Yun Byung – se, mendesak para anggota Dewan Kemanan PBB mengancam Pyongyang dengan " konsekuensi paling serius jika meneruskan program nuklirnya.
”Kita harus jelas memperingatkan Korut, bahwa jika menantang komunitas internasional dengan uji coba nuklir, mereka akan menghadapi konsekuensi paling serius,” ujar dia.
Korut yang menganut paham idelogi komunis sudah melakukan uji coba nuklir tiga kali. Yakni, pada bulan Oktober 2006, Mei 2009, dan Februari 2013. Rezim Pyongyang pimpinan Kim Jong-un itu tidak peduli dengan sanksi berat yang dijatuhkan komunitas internasional kepada Korut.
Menurut laporan terbaru dari mantan analis strategis Pentagon, Mark Schneider, Korut telah mengembangkan senjata nuklir canggih dan rudal balistik . Penelitian bertajuk “Ancaman Nuklir Korea Utara ke Amerika Serikat” itu mengungkap potensi serangan nuklir Pyonyang terhadap Hawaii, Alaska dan negara bagian di Pantai Barat AS.
“Badan intelijen dalam penyelidikan terpisah pada tahun 2013 menyatakan bahwa (Pemerintah Korut) saat ini memiliki senjata nuklir dan mampu menembakkan rudal balistik,” bunyi laporan Schneider setebal 16 halaman itu.
“Peluncuran rudal dan uji coba nuklir untuk kepentingan membela diri akan menjadi (agenda) tahunan,” katanya dalam sebuah pidato di forum Dewan Keamanan PBB.
Ri Tong-il, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/5/2014) menuduh Amerika Serikat yang memprovokasi ketegangan dan membuat Korut perlu meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya. Dia bahkan terang-terangan, bahwa negaranya menargetkan Amerika Serikat dengan senjata nuklirnya.
Ancaman Korut itu menjadi bahan perdebatan sengit di forum Dewan Kemanan PBB. Menteri Luar Negeri Korsel, Yun Byung – se, mendesak para anggota Dewan Kemanan PBB mengancam Pyongyang dengan " konsekuensi paling serius jika meneruskan program nuklirnya.
”Kita harus jelas memperingatkan Korut, bahwa jika menantang komunitas internasional dengan uji coba nuklir, mereka akan menghadapi konsekuensi paling serius,” ujar dia.
Korut yang menganut paham idelogi komunis sudah melakukan uji coba nuklir tiga kali. Yakni, pada bulan Oktober 2006, Mei 2009, dan Februari 2013. Rezim Pyongyang pimpinan Kim Jong-un itu tidak peduli dengan sanksi berat yang dijatuhkan komunitas internasional kepada Korut.
Menurut laporan terbaru dari mantan analis strategis Pentagon, Mark Schneider, Korut telah mengembangkan senjata nuklir canggih dan rudal balistik . Penelitian bertajuk “Ancaman Nuklir Korea Utara ke Amerika Serikat” itu mengungkap potensi serangan nuklir Pyonyang terhadap Hawaii, Alaska dan negara bagian di Pantai Barat AS.
“Badan intelijen dalam penyelidikan terpisah pada tahun 2013 menyatakan bahwa (Pemerintah Korut) saat ini memiliki senjata nuklir dan mampu menembakkan rudal balistik,” bunyi laporan Schneider setebal 16 halaman itu.
(mas)