Massa pro-Rusia mengamuk, polisi Odessa lepas 67 tahanan
Senin, 05 Mei 2014 - 08:29 WIB
Massa pro-Rusia mengamuk, polisi Odessa lepas 67 tahanan
A
A
A
Sindonews.com – Massa pro – Rusia di Ukraina tenggara mengamuk dan menyerbu sebuah kantor polisi di Odessa. Polisi setempat tidak berdaya dan membebaskan sekitar 67 rekan aktivis mereka yang ditahan setelah terjadi kekacauan di wilayah Ukraina tenggara itu.
Dalam aksinya massa merusak bangunan sebagai pelampiasan kemarahan, setelah puluhan rekan mereka tewas dalam pembakaran gedung di Odessa Jumat malam lalu.
“Kami tidak akan memaafkan!," teriak beberapa dari mereka. ”Rusia!,” bunyi teriakan lainnya yang mengisyaratkan bahwa para aktivis lokal itu lebih memilih berpihak pada Rusia ketimbang pada negaranya sendiri, yakni Ukraina.
Pihak Kepolisian Odessa mengatakan, 67 aktivis pro-Rusia dibebaskan, dan disambut sorakan dan pengibaran lambang militer Rusia.
Sementara itu, Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, saat berbicara di pelabuhan Laut Hitam mengkritik keras sikap polisi yang menyerah dan membiarkan 67 aktivis pro-Rusia bebas.”Jika sistem penegakan hukum di Odessa tidak bekerja, dan melindungi orang-orang ini, maka organisasi teroris (sulit) digagalkan,” katanya, seperti dilansir Reuters, Senin (5/5/2014).
Ukraina yang sudah 23 tahun merdeka setelah Uni Soviet runtuh, telah menunjuk kepala polisi baru di Odessa semalam. Kepala polisi baru yang ditunjuk, yakni Ivan Katerinchuk, berjanji setia dan menegakkan hukum di Ukraina. ”Seperti Anda, saya ingin memulihkan hukum dan ketertiban di Ukraina,” ujarnya.
Dalam aksinya massa merusak bangunan sebagai pelampiasan kemarahan, setelah puluhan rekan mereka tewas dalam pembakaran gedung di Odessa Jumat malam lalu.
“Kami tidak akan memaafkan!," teriak beberapa dari mereka. ”Rusia!,” bunyi teriakan lainnya yang mengisyaratkan bahwa para aktivis lokal itu lebih memilih berpihak pada Rusia ketimbang pada negaranya sendiri, yakni Ukraina.
Pihak Kepolisian Odessa mengatakan, 67 aktivis pro-Rusia dibebaskan, dan disambut sorakan dan pengibaran lambang militer Rusia.
Sementara itu, Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, saat berbicara di pelabuhan Laut Hitam mengkritik keras sikap polisi yang menyerah dan membiarkan 67 aktivis pro-Rusia bebas.”Jika sistem penegakan hukum di Odessa tidak bekerja, dan melindungi orang-orang ini, maka organisasi teroris (sulit) digagalkan,” katanya, seperti dilansir Reuters, Senin (5/5/2014).
Ukraina yang sudah 23 tahun merdeka setelah Uni Soviet runtuh, telah menunjuk kepala polisi baru di Odessa semalam. Kepala polisi baru yang ditunjuk, yakni Ivan Katerinchuk, berjanji setia dan menegakkan hukum di Ukraina. ”Seperti Anda, saya ingin memulihkan hukum dan ketertiban di Ukraina,” ujarnya.
(mas)