Rusia minta AS tekan Ukraina untuk hentikan serangan
Minggu, 04 Mei 2014 - 00:12 WIB
Rusia minta AS tekan Ukraina untuk hentikan serangan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Sabtu (3/5/2014), meminta timpalannya dari Amerika Serikat (AS), John Kerry untuk menekan Pemerintah Ukraina guna menghentikan operasi militer di bagian timur negara bekas bagian Uni Soviet itu.
"Menteri meminta AS untuk menggunakan semua pengaruhnya guna memaksa rezim Kiev, yang tampaknya telah menyatakan perang melawan rakyatnya sendiri, untuk segera menghentikan operasi militer di tenggara, menarik kembali pasukannya dan membebaskan pengunjuk rasa," sebut pernyataan Kemenlu Rusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Lavrov juga dilaporkan telah berbicara dengan timpalannya dari Swiss dan ketua OSCE, Didier Burkhalter, untuk mendorong OSCE berperan lebih besar dalam menengahi krisis di Ukraina.
"Sergei Lavrov sangat menyerukan penggunaan potensi OSCE untuk mempengaruhi Kiev dengan maksud untuk membatalkan operasi militer terhadap penduduk dari daerah tenggara Ukraina," lanjut pernyataan kementerian itu.
"Lavrov menekankan, operasi pembalasan di tenggara Ukraina mendorong negara (Ukraina) menuju konflik perang saudara," tambah pernyataan tersebut.
Sementara juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan, Rusia tidak bisa menyelesaikan krisis sendirian dan mengaku tak lagi memiliki pengaruh pada pemberontak di bagian timur Ukraina yang bergolak.
Hingga kini dilaporkan telah jatuh korban tewas puluhan orang, ketika massa pro Kiev terlibat bentrok dengan massa pro Rusia di Odessa, sebelah tenggara Ukraina. Aparat Ukraina sendiri dilaporkan tak berupaya menengahi bentrok itu.
"Menteri meminta AS untuk menggunakan semua pengaruhnya guna memaksa rezim Kiev, yang tampaknya telah menyatakan perang melawan rakyatnya sendiri, untuk segera menghentikan operasi militer di tenggara, menarik kembali pasukannya dan membebaskan pengunjuk rasa," sebut pernyataan Kemenlu Rusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Lavrov juga dilaporkan telah berbicara dengan timpalannya dari Swiss dan ketua OSCE, Didier Burkhalter, untuk mendorong OSCE berperan lebih besar dalam menengahi krisis di Ukraina.
"Sergei Lavrov sangat menyerukan penggunaan potensi OSCE untuk mempengaruhi Kiev dengan maksud untuk membatalkan operasi militer terhadap penduduk dari daerah tenggara Ukraina," lanjut pernyataan kementerian itu.
"Lavrov menekankan, operasi pembalasan di tenggara Ukraina mendorong negara (Ukraina) menuju konflik perang saudara," tambah pernyataan tersebut.
Sementara juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan, Rusia tidak bisa menyelesaikan krisis sendirian dan mengaku tak lagi memiliki pengaruh pada pemberontak di bagian timur Ukraina yang bergolak.
Hingga kini dilaporkan telah jatuh korban tewas puluhan orang, ketika massa pro Kiev terlibat bentrok dengan massa pro Rusia di Odessa, sebelah tenggara Ukraina. Aparat Ukraina sendiri dilaporkan tak berupaya menengahi bentrok itu.
(esn)