Rusia: Dunia yang Berpusat pada Amerika Serikat Segera Berakhir

Minggu, 03 Desember 2023 - 04:45 WIB
loading...
Rusia: Dunia yang Berpusat...
Rusia sebut era dunia yang berpusat pada Amerika Serikat akan segera berakhir. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Dunia yang berpusat pada Amerika Serikat (AS) akan segera berakhir, memberi jalan bagi periode baru keberagaman di bidang ekonomi dan bidang hubungan internasional lainnya. Demikian disampaikan juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov.

Peskov membuat pernyataan tersebut pada hari Jumat, sebagai tanggapan terhadap sebuah artikel di Financial Times, di mana Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Sumber Daya Energi Geoffrey Pyatt mengungkapkan bahwa Washington bertujuan untuk memotong setengah pendapatan minyak dan gas Rusia pada tahun 2030.

Pyatt, yang menjabat sebagai duta besar AS di Kyiv selama kudeta Maidan tahun 2014, juga mengatakan bahwa sanksi Amerika terhadap Moskow akan tetap berlaku “untuk tahun-tahun mendatang”–selama Rusia melanjutkan operasi militernya di Ukraina.

Baca Juga: Puluhan Tentara AS Ingin Gulingkan Pemerintahan, Pentagon Resah

Peskov menegaskan bahwa pembatasan yang dilakukan AS dan sekutu Barat-nya tidak penting bagi Rusia, karena Moskow memiliki banyak mitra dagang lain di kancah internasional.

“AS mungkin merupakan negara terbesar, namun AS bukanlah satu-satunya negara dengan perekonomian terbesar di dunia. China berada di belakang AS. Ada juga negara-negara berkembang yang mempunyai kebutuhan sendiri akan sumber daya energi,” ujar juru bicara Kremlin tersebut, seperti dikutip RT, Sabtu (2/12/2023).

“Dunia jauh lebih beragam dibandingkan Amerika. Oleh karena itu, dunia yang berpusat pada Amerika akan segera berakhir dan periode keberagaman dimulai, termasuk dalam hubungan ekonomi internasional,” tegas Peskov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved