AS: Suriah tak bisa tunda penghapusan senjata kimia
Sabtu, 03 Mei 2014 - 23:43 WIB
AS: Suriah tak bisa tunda penghapusan senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (3/5/2014), soal perlunya memastikan penghapusan senjata kimia milik rezim Suriah.
"Saya telah menekankan, kita harus melihat penghapusan terakhir dari 8 persen sisa senjata kimia di situs dekat Damaskus," kata Kerry kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters. Menurutnya, pembicaraan telepon ini berlangsung selama penerbangannya ke Republik Demokratik Kongo.
“Kami sepakat, bahwa kami akan bekerjasama pada hal-hal tertentu untuk mencoba melihat apakah ada kemungkinan untuk mempercepat proses itu, dengan pemahaman Pemerintah Suriah tidak bisa menundanya," lanjut Kerry.
Setelah menimbulkan kecaman dari banyak pihak, rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memang telah menyetujui penghapusan persediaan senjata kimia yang dimilikinya. Namun, sejumlah pihak masih belum mempercayai kalau Pemerintah Suriah telah mengungkapkan semua lokasi stok senjata kimia yang mereka miliki.
Pekan lalu sempat muncul laporan yang menyebut adanya serangan senjata kimia baru dalam perang sipil di Suriah. Namun, Rusia yang merupakan pendukung setia rezim Assad, menyebut laporan itu palsu.
"Saya telah menekankan, kita harus melihat penghapusan terakhir dari 8 persen sisa senjata kimia di situs dekat Damaskus," kata Kerry kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters. Menurutnya, pembicaraan telepon ini berlangsung selama penerbangannya ke Republik Demokratik Kongo.
“Kami sepakat, bahwa kami akan bekerjasama pada hal-hal tertentu untuk mencoba melihat apakah ada kemungkinan untuk mempercepat proses itu, dengan pemahaman Pemerintah Suriah tidak bisa menundanya," lanjut Kerry.
Setelah menimbulkan kecaman dari banyak pihak, rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad memang telah menyetujui penghapusan persediaan senjata kimia yang dimilikinya. Namun, sejumlah pihak masih belum mempercayai kalau Pemerintah Suriah telah mengungkapkan semua lokasi stok senjata kimia yang mereka miliki.
Pekan lalu sempat muncul laporan yang menyebut adanya serangan senjata kimia baru dalam perang sipil di Suriah. Namun, Rusia yang merupakan pendukung setia rezim Assad, menyebut laporan itu palsu.
(esn)