Ukraina kian genting, 150 pasukan AS tiba di Lithuania

Sabtu, 26 April 2014 - 16:49 WIB
Ukraina kian genting,...
Ukraina kian genting, 150 pasukan AS tiba di Lithuania
A A A
Sindonews.com – Setelah mengirimkan 150 pasukannya ke Polandia, hari ini (26/4/2014) Amerika Serikat kembali mengirimkan 150 pasukan di Lithuania.

Pengiriman pasukan AS ke negara-negara Eropa timur itu sebagai rangkaian pengiriman 600 pasukan secara bertahap untuk meredam kecemasan sekutu-sekutu NATO di tengah gentingnya situasi di Ukraina.

Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite, menyambut kedatangan pasukan AS yang dia anggap sebagai “penangkal” bahaya selama Ukraina dan Rusia bersitegang. ”Kita tahu dalam situasi seperti ini, teman-teman kita yang sebenarnya yang membantu,” kata Grybauskaite kepada wartawan, setelah sekitar 150 tentara dari Brigade 173 Airborne mendarat di pangkalan udara Siauliai.

“Jika ada tamu kami yang terluka, itu berarti sebuah konfrontasi terbuka dengan tidak Lithuania, tetapi dengan Amerika Serikat,” imbuh dia.

Menurut Kementerian Pertahanan Lithuania, pasukan AS akan berpartisipasi dalam serangkaian latihan militer sepanjang tahun. Selain Polandia dan Lithuania, pasukan AS juga dikirim ke Latvia kemarin dan Estonia pada Senin nanti.

Washington pada Selasa lalu mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 600 tentara ke wilayah negara-negara di Eropa timur itu. Tujuannya diklaim untuk menenangkan kecaman sekutu-sekutu NATO dari ancaman militer Rusia.

Langkah AS itu disambut dingin oleh Rusia. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, manuver AS dan NATO sejatinya yang memicu gerakan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Hal itu terungkap dari percakapan telepon antara perwira militer AS, Jenderal Martin Dempsey, dengan Kepala Staf Umum Militer Rusia, Jenderal Valery Gerasimov.

”Kekhawatiran kami disebabkan oleh peningkatan militer Angkatan Udara AS dan pasukan militer AS di Baltik dan Polandia. Serta pengerahan kapal (perang) di Laut Hitam,” bunyi pernyataan kementerian itu mengutip isi percakapan telepon Jenderal Valery Gerasimov, seperti dilansir Rusia Today.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
17 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
51 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved