Rusia: Serangan kimia terbaru di Suriah adalah laporan palsu
Jum'at, 25 April 2014 - 22:00 WIB
Rusia: Serangan kimia terbaru di Suriah adalah laporan palsu
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menegaskan pada Jumat (25/4/2014), mereka memiliki bukti bahwa Pemerintah Suriah tidak berada di balik serentetan serangan baru senjata kimia yang baru-baru ini dituduhkan sejumlah pihak.
"Tuduhan terhadap pasukan pemerintah terus dibuat soal dugaan kasus mereka menggunakan bahan kimia. Rusia memiliki informasi otentik, bahwa pernyataan seperti itu adalah palsu," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sebelumnya, anggota Dewan Keamanan PBB telah menyerukan penyelidikan baru soal laporan serangan gas klorin di Suriah.
Sementara kedua kubu yang bertikai di Suriah, yakni rezim Presiden Bashar al-Assad dan kubu pemberontak, saling melemparkan tuduhan kalau lawan merekalah yang berada di balik serangan senjata kimia tersebut.
Perancis dan Amerika Serikat menuduh pasukan yang setia pada Presiden Assad mungkin telah melepaskan bahan kimia industri pada sebuah desa yang dikuasai pemberontak di provinsi Hama, pada pertengahan bulan ini.
"Tuduhan terhadap pasukan pemerintah terus dibuat soal dugaan kasus mereka menggunakan bahan kimia. Rusia memiliki informasi otentik, bahwa pernyataan seperti itu adalah palsu," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sebelumnya, anggota Dewan Keamanan PBB telah menyerukan penyelidikan baru soal laporan serangan gas klorin di Suriah.
Sementara kedua kubu yang bertikai di Suriah, yakni rezim Presiden Bashar al-Assad dan kubu pemberontak, saling melemparkan tuduhan kalau lawan merekalah yang berada di balik serangan senjata kimia tersebut.
Perancis dan Amerika Serikat menuduh pasukan yang setia pada Presiden Assad mungkin telah melepaskan bahan kimia industri pada sebuah desa yang dikuasai pemberontak di provinsi Hama, pada pertengahan bulan ini.
(esn)