Netanyahu minta Abbas pilih Israel atau Hamas
Rabu, 23 April 2014 - 20:00 WIB
Netanyahu minta Abbas pilih Israel atau Hamas
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Rabu (23/4/2014) memperingatkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk memilih akan berdamai dengan siapa, Hamas atau Israel.
"Apakah dia (Abbas) menginginkan perdamaian dengan Hamas atau perdamaian dengan Israel? Dia hanya dapat memilih berdamai dengan salah satu, tidak akan bisa dengan keduanya,” ungkap Netanyahu.
Seperti dilansir Reuters, pernyataan Netanyahu diperkuat dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. Dia menyatakan, bila Abbas akhirnya memilih untuk berdamai dengan Hamas, itu sama saja dengan menghentikan secara otomatis perbicangan damai dengan Israel.
"Dia tidak bisa berdamai dengan kedua belah pihak. Abbas harus memilih berdamai dengan Israel atau Hamas, sebuah organisasi teroris yang ingin menghancurkan Israel, " papar Liberman.
Pihak Abbas sendiri segera merespon hal tersebut, dengan menyatakan, perdamaian dengan Hamas adalah masalah internal dan tidak ada sangkut pautnya dengan proses pembicaraan dengan Israel.
"Abbas memilih perdamaian dan kesatuan Palestina. Untuk mempersatukan Palestina harus ada perdamaian antara Hamas dengan Fatah, dan tidak ada kontradiksi apapun antara rekonsiliasi dan negosiasi (dengan Israel)," tegas Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdeineh.
"Apakah dia (Abbas) menginginkan perdamaian dengan Hamas atau perdamaian dengan Israel? Dia hanya dapat memilih berdamai dengan salah satu, tidak akan bisa dengan keduanya,” ungkap Netanyahu.
Seperti dilansir Reuters, pernyataan Netanyahu diperkuat dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. Dia menyatakan, bila Abbas akhirnya memilih untuk berdamai dengan Hamas, itu sama saja dengan menghentikan secara otomatis perbicangan damai dengan Israel.
"Dia tidak bisa berdamai dengan kedua belah pihak. Abbas harus memilih berdamai dengan Israel atau Hamas, sebuah organisasi teroris yang ingin menghancurkan Israel, " papar Liberman.
Pihak Abbas sendiri segera merespon hal tersebut, dengan menyatakan, perdamaian dengan Hamas adalah masalah internal dan tidak ada sangkut pautnya dengan proses pembicaraan dengan Israel.
"Abbas memilih perdamaian dan kesatuan Palestina. Untuk mempersatukan Palestina harus ada perdamaian antara Hamas dengan Fatah, dan tidak ada kontradiksi apapun antara rekonsiliasi dan negosiasi (dengan Israel)," tegas Juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdeineh.
(esn)