Obama kesal, 95 % rakyat Crimea pilih gabung ke Rusia

Senin, 17 Maret 2014 - 13:49 WIB
Obama kesal, 95 % rakyat...
Obama kesal, 95 % rakyat Crimea pilih gabung ke Rusia
A A A
Sindonews.com – Hasil referendum di Crimea kemarin, menunjukkan sebanyak 95,7 persen rakyat di sana memilih bergabung dengan Rusia ketimbang dengan Ukraina. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan para pemimpin Uni Eropa kesal dan menyiapkan sanksi lebih kepada Moskow.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Georgy Karasin, mengatakan, Moskow memantau ketat proses ferendum rakyat Criema. ”Hasil referendum akan dipertimbangkan setelah mereka membuat keputusan itu (bergabung ke Rusia),” katanya kepada Itar – Tass, Senin (17/4/2014).

Presiden Obama telah memperingatkan Moskow, bahwa Washington juga siap untuk memaksakan ganjaran setimpal atas aksi-aksi Rusia di Ukraina. Obama menerima laporan dari pihak berwenang baru di Kiev, bahwa pasukan Rusia bergerak di Crimea setelah Presiden Ukraina pro-Rusia, Viktor Yanukovych digulingkan parlemen.

Pihak Kremlin (Rusia) resmi membantah telah mengerahkan pasukannya di Crimea. Mereka tetap bersikeras, pasukan bersenjata di Crimea adalah pasukan pertahanan Crimea sendiri.

Tidak hanya Obama yang kesal dengan hasil referendum itu. Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa juga jengkel dan akan membahas sanksi lebih lanjut terhadap Rusia. Sebanyak 28 negara anggota Uni Eropa sedang mempertimbangkan larangan visa dan pembekuan aset terhadap sejumlah pejabat Rusia.

Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip BBC, bahwa referendum atau pemunguatan suara rakyat Crimea tidak sah.”Itu ilegal dan tidak sah dan hasilnya tidak akan diakui,” bunyi pernyataan Uni Eropa yang mengacu alasan tidak sah, karena referendum tanpa seizin pemerintah baru Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved