Bangladesh, negara ke 14 yang gabung dalam SAR MH370
Sabtu, 15 Maret 2014 - 04:08 WIB
Bangladesh, negara ke 14 yang gabung dalam SAR MH370
A
A
A
Sindonews.com – Bangladesh akan menjadi negara terbaru yang bergabung dalam proses pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang telah hilang secara misterius selama satu pekan.
"Pesawat patroli Bangladesh akan diluncurkan pada waktu fajar, sementara kapal akan dikerahkan besok," jelas sebuah sumber yang dekat dengan Pemerintah Bangladesh kepada Bernama, Jumat (14/3/2014).
"Semua sumber daya Bangladesh yang tersedia akan dikerahkan untuk membantu Malaysia," kata sumber yang tidak ingin dikutip identitasnya itu. Untuk gelombang pertama, Bangladesh akan mengirim dua pesawat patroli dan dua frigat.
"Kami akan memulai pencarian di Teluk Bengal dan berkoordinasi dengan Angkatan Laut Malaysia untuk pencarian di Samudera Hindia," lanjut sumber itu.
Saat ini, 57 kapal dan 48 pesawat dari 13 negara dikerahkan di seluruh zona pencarian. Dengan ikut sertanya Bangladesh, maka ada 14 negara yang terlibat dalam pencariani ini.
Hingga kini, Pemerintah Malaysia sendiri belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab hilangnya pesawat itu. Bahkan, belum bisa menentukan lokasi kemungkinan pesawat itu menghilang. “Segalanya mungkin. Kami hanya akan mengkonfirmasi apa yang bisa diverifikasi,” Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein.
"Pesawat patroli Bangladesh akan diluncurkan pada waktu fajar, sementara kapal akan dikerahkan besok," jelas sebuah sumber yang dekat dengan Pemerintah Bangladesh kepada Bernama, Jumat (14/3/2014).
"Semua sumber daya Bangladesh yang tersedia akan dikerahkan untuk membantu Malaysia," kata sumber yang tidak ingin dikutip identitasnya itu. Untuk gelombang pertama, Bangladesh akan mengirim dua pesawat patroli dan dua frigat.
"Kami akan memulai pencarian di Teluk Bengal dan berkoordinasi dengan Angkatan Laut Malaysia untuk pencarian di Samudera Hindia," lanjut sumber itu.
Saat ini, 57 kapal dan 48 pesawat dari 13 negara dikerahkan di seluruh zona pencarian. Dengan ikut sertanya Bangladesh, maka ada 14 negara yang terlibat dalam pencariani ini.
Hingga kini, Pemerintah Malaysia sendiri belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab hilangnya pesawat itu. Bahkan, belum bisa menentukan lokasi kemungkinan pesawat itu menghilang. “Segalanya mungkin. Kami hanya akan mengkonfirmasi apa yang bisa diverifikasi,” Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein.
(esn)