Bom bunuh diri tewaskan 7 warga Pakistan
Jum'at, 14 Maret 2014 - 18:07 WIB
Bom bunuh diri tewaskan 7 warga Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Tujuh orang tewas dan 25 orang lainnya luka-luka ketika sebuah aksi bom bunuh diri menghantam sebuah kendaraan polisi di Peshawar, Pakistan, ungkap pihak kepolisian setempat, Jumat (14/3/2014).
“Seorang pembom bunuh diri meledakan bom yang ada di tubuhnya ke arah sebuah kendaraan lapis baja ketika melewati daerah pasar Bhatta Tal di Peshawar,” ungkap Inspektur Polisi Peshawar, Faisal Kamran, seperti dilansir Xinhua, Jumat (14/3/2014).
“Polisi tetap aman dalam serangan tersebut berkat kendaraan yang mereka gunakan. Namun, sejumlah besar warga terluka karena ledakan itu terjadi di sebuah pasar yang ramai,” Kamran menambahkan.
Mayoritas yang meninggal adalah para pedagang yang berada di pasar tersebut. Sejumlah anak ikut menjadi korban dalam serangan tersebut. Pihak kepolisian mengatakan, sang bomber diperkirakan membawa 10 Kg bahan peledak dalam rompinya. Fakta ini dilihat dari tingkat kerusakan yang terjadi.
Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan meminta pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan medis terbaik kepada orang-orang yang terluka. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Seorang pembom bunuh diri meledakan bom yang ada di tubuhnya ke arah sebuah kendaraan lapis baja ketika melewati daerah pasar Bhatta Tal di Peshawar,” ungkap Inspektur Polisi Peshawar, Faisal Kamran, seperti dilansir Xinhua, Jumat (14/3/2014).
“Polisi tetap aman dalam serangan tersebut berkat kendaraan yang mereka gunakan. Namun, sejumlah besar warga terluka karena ledakan itu terjadi di sebuah pasar yang ramai,” Kamran menambahkan.
Mayoritas yang meninggal adalah para pedagang yang berada di pasar tersebut. Sejumlah anak ikut menjadi korban dalam serangan tersebut. Pihak kepolisian mengatakan, sang bomber diperkirakan membawa 10 Kg bahan peledak dalam rompinya. Fakta ini dilihat dari tingkat kerusakan yang terjadi.
Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk serangan tersebut dan meminta pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan medis terbaik kepada orang-orang yang terluka. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
(esn)