Obama tegaskan dukung penuh pada Ukraina
Kamis, 13 Maret 2014 - 21:21 WIB
Obama tegaskan dukung penuh pada Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Dalam kunjungan Perdana Menteri interim Ukraina, Arseniy Yatsenyuk ke Gedung Putih, Rabu (12/3/2014) malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan dukungan penuh untuk Ukraina. Kedua pemimpin negara dengan tegas memperingatkan Rusia, bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan kedaulatannya.
Obama menegaskan, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menerima ganjaran bila dia tidak menarik mundur pasukannya dari Crimea. Obama juga meminta Crimea membatalkan referendum yang dianggap terlalu tergesa-gesa. "Ada jalan lain yang tersedia dan kami berharap Presiden Putin bersedia untuk mengambil jalur tersebut," ungkap Obama, seperti dilansir Chanel News Asia, Kamis (13/3/2014).
"Tapi, jika dia tidak mengambil jalan tersebut, saya sangat yakin bahwa masyarakat internasional akan berdiri kokoh di belakang pemerintah Ukraina," Obama menambahkan.
Obama mengatakan, ia berharap krisis dapat diselesaikan melalui diplomasi. Namum, ibarat dua kutub magnet yang saling berbenturan, Ukraina dan negara Barat tidak mengakui referendum di Crimea, sedangkan Rusia tidak mengakui pemerintah Ukraina yang baru.
Obama menegaskan, Presiden Rusia Vladimir Putin akan menerima ganjaran bila dia tidak menarik mundur pasukannya dari Crimea. Obama juga meminta Crimea membatalkan referendum yang dianggap terlalu tergesa-gesa. "Ada jalan lain yang tersedia dan kami berharap Presiden Putin bersedia untuk mengambil jalur tersebut," ungkap Obama, seperti dilansir Chanel News Asia, Kamis (13/3/2014).
"Tapi, jika dia tidak mengambil jalan tersebut, saya sangat yakin bahwa masyarakat internasional akan berdiri kokoh di belakang pemerintah Ukraina," Obama menambahkan.
Obama mengatakan, ia berharap krisis dapat diselesaikan melalui diplomasi. Namum, ibarat dua kutub magnet yang saling berbenturan, Ukraina dan negara Barat tidak mengakui referendum di Crimea, sedangkan Rusia tidak mengakui pemerintah Ukraina yang baru.
(esn)