Hina penguasa di Twitter, pria Saudi dipenjara 10 tahun
Selasa, 11 Maret 2014 - 18:49 WIB
Hina penguasa di Twitter, pria Saudi dipenjara 10 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan Pidana Khusus di Riyadh, menjatuhka hukuman penjara terhadap dua pria Arab Saudi atas beberapa tuduhan. Salah satunya, didakwa atas tuduhan menghasut protes dan mengejek penguasa dan ulama negara itu di Twitter.
Juru bicara Kementerian Kehakiman Saudi, Fahd al – Bakran, mengatakan, salah satu dari mereka dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar SR100.000. Tidak hanya itu, ponsel pria itu juga disita.
Al – Bakran melanjutkan, terdakwa dihukum atas posting tweet terhadap penguasa, ulama dan lembaga pemerintah yang disertai dengan penyebaran gambar ofensif grand mufti (ulama besar).
Sedangkan satu terdakwa lainnya, dihukum penjara delapan tahun dan denda SR30.000. Dia dituduh menjalin hubungan dengan buronan teroris, membantu demonstran anti-pemerintah, dan tidak memberitahu pihak berwenang tentang orang-orang yang memberikan bantuan kepada para demonstran.
Sebanyak 10 ulama Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk penggunaan kekerasan dan senjata dalam demonstrasi anti-pemerintah.
”Melakukan kekerasan cara, tidak akan memecahkan masalah dan tidak akan mencapai apa-apa. Sebaliknya, hal itu akan membuat hal-hal yang lebih rumit dan akan menguntungkan musuh-musuh negara ini,” bunyi pernyataan para ulama itu, seperti dikutip Al Arabiya, Selasa (11/3/2014).
Juru bicara Kementerian Kehakiman Saudi, Fahd al – Bakran, mengatakan, salah satu dari mereka dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda sebesar SR100.000. Tidak hanya itu, ponsel pria itu juga disita.
Al – Bakran melanjutkan, terdakwa dihukum atas posting tweet terhadap penguasa, ulama dan lembaga pemerintah yang disertai dengan penyebaran gambar ofensif grand mufti (ulama besar).
Sedangkan satu terdakwa lainnya, dihukum penjara delapan tahun dan denda SR30.000. Dia dituduh menjalin hubungan dengan buronan teroris, membantu demonstran anti-pemerintah, dan tidak memberitahu pihak berwenang tentang orang-orang yang memberikan bantuan kepada para demonstran.
Sebanyak 10 ulama Arab Saudi telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk penggunaan kekerasan dan senjata dalam demonstrasi anti-pemerintah.
”Melakukan kekerasan cara, tidak akan memecahkan masalah dan tidak akan mencapai apa-apa. Sebaliknya, hal itu akan membuat hal-hal yang lebih rumit dan akan menguntungkan musuh-musuh negara ini,” bunyi pernyataan para ulama itu, seperti dikutip Al Arabiya, Selasa (11/3/2014).
(mas)